Pemerintah Batam Minta Dokter Utamakan Pasien DBD
Minggu, 25 Juli 2010 12:11 WIB
Plt Kadinkes Batam Syamsul Bahrum. (Foto kepri.antaranews.com)
Batam (ANTARA News) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, minta dokter mengutamakan pasien demam berdarah dengue karena dalam dua bulan terakhir diketahui ada 38 yang terserang virus nyamuk aedes aegypti.
Dokter hendaknya mengutamakan pasien demam itu sebab bila masih dalam stadium satu kejadian lebih parah bagi yang terserang bisa dicegah, kata siaran pers Humas Pemerintah Batam Kota Batam, Minggu 25 Juli 2010.
Mengutip Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Syamsul Bahrum, humas juga mengimbau warga masyarakat segera ke pusat kesehatan masyarakat ketika mengalami demam atau panas pada suhu badan.
Obat di puskesmas harus tersedia dan mobil ambulans disiagakan untuk mengantisipasi pasien DBD yang dalam dua bulan terakhir jumlahnya telah mencapai 38 orang, kata Syamsul.
Ia menyebutkan daerah yang rawan demam berdarah dengue, antara lain Kecamatan Nongsa, Batuaji, Sagulung dan Nongsa.
Penyakit DBD, katanya, bisa diperkecil kejadiannya bila warga membersihkan sumber perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti dengan menguras bak mandi, menimbun botol, kaleng, dan ban bekas serta memasukkan abate pada tempat penampungan air.
Di Batam sejak Januari 2010 terdapat 68 kejadian DBD.
Menurut Syamsul, semua bisa diatasi. (Btm1)
Dokter hendaknya mengutamakan pasien demam itu sebab bila masih dalam stadium satu kejadian lebih parah bagi yang terserang bisa dicegah, kata siaran pers Humas Pemerintah Batam Kota Batam, Minggu 25 Juli 2010.
Mengutip Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Syamsul Bahrum, humas juga mengimbau warga masyarakat segera ke pusat kesehatan masyarakat ketika mengalami demam atau panas pada suhu badan.
Obat di puskesmas harus tersedia dan mobil ambulans disiagakan untuk mengantisipasi pasien DBD yang dalam dua bulan terakhir jumlahnya telah mencapai 38 orang, kata Syamsul.
Ia menyebutkan daerah yang rawan demam berdarah dengue, antara lain Kecamatan Nongsa, Batuaji, Sagulung dan Nongsa.
Penyakit DBD, katanya, bisa diperkecil kejadiannya bila warga membersihkan sumber perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti dengan menguras bak mandi, menimbun botol, kaleng, dan ban bekas serta memasukkan abate pada tempat penampungan air.
Di Batam sejak Januari 2010 terdapat 68 kejadian DBD.
Menurut Syamsul, semua bisa diatasi. (Btm1)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Natuna turunkan tim khusus untuk tangani kasus DBD di Pulau Midai
11 February 2025 16:24 WIB, 2025
Dinkes Kepri minta wilayah untuk galakkan PSN dan gotong royong cegah DBD
13 September 2024 13:06 WIB, 2024
Dinkes Tanjungpinang tekankan gerakan 3M Plus seiring meningkatnya kasus DBD
19 June 2024 13:18 WIB, 2024
Kasus DBD di Tanjungpinang Kepri berpotensi meningkat dipicu perubahan cuaca
15 May 2024 14:57 WIB, 2024