Iwan Bule diperiksa kembali terkait Tragedi Kanjuruhan
Kamis, 3 November 2022 13:37 WIB
Ketum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule saat memenuhi panggilan Polda Jatim di Surabaya, Kamis (3-11-2022) sebagai saksi Tragedi Kanjuruhan. ANTARA/HO
Surabaya (ANTARA) - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang lebih dikenal dengan Iwan Bule diperiksa kembali oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Kamis, sebagai saksi Tragedi Kanjuruhan.
Iwan Bule tiba di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim pada pukul 10.17 WIB. Berbeda saat pemeriksaan yang pertama lalu, dia didampingi sejumlah pengawal, kini hanya didampingi dua orang kuasa hukumnya.
"Nanti, nanti saja hasilnya kita (wawancara)," kata Iwan Bule kepada awak media.
Iwan Bule juga terlihat membawa sejumlah dokumen. Ia mengatakan itu adalah bukti tambahan.
"Dokumen-dokumen saja. Banyak nih," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iwan Bule diperiksa kembali terkait Tragedi Kanjuruhan
Iwan Bule tiba di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim pada pukul 10.17 WIB. Berbeda saat pemeriksaan yang pertama lalu, dia didampingi sejumlah pengawal, kini hanya didampingi dua orang kuasa hukumnya.
"Nanti, nanti saja hasilnya kita (wawancara)," kata Iwan Bule kepada awak media.
Iwan Bule juga terlihat membawa sejumlah dokumen. Ia mengatakan itu adalah bukti tambahan.
"Dokumen-dokumen saja. Banyak nih," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iwan Bule diperiksa kembali terkait Tragedi Kanjuruhan
Pewarta : Abdul Hakim/Willy Irawan
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelatih Timnas John Herdman ungkap sudah berkomunikasi dengan Jay Idzes dkk sejak Natal
13 January 2026 16:29 WIB
Garuda Indonesia gagal di SEA Games, Sumardji tak ingin salahkan Zainudin Amali
17 December 2025 5:37 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
KPK sebut OTT di Jakarta dilakukan di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan
04 February 2026 16:42 WIB
DJP Kalselteng konfirmasi OTT KPK di KPP Madya Banjarmasin, aktivitas kantor terpantau normal
04 February 2026 16:37 WIB
Kasus Sudewo: KPK duga ada lebih dari satu pengepul uang pemerasan di tiap Kecamatan
04 February 2026 10:15 WIB