Wabah flu meluas, rumah sakit di Beijing kewalahan terima pasien
Selasa, 13 Desember 2022 11:06 WIB
Cuplikan gambar dari potongan video yang tersebar luas di internet terkait antrean panjang pasien flu di salah satu rumah sakit di Distrik Chaoyang, Beijing, China, Jumat (9/12/2022). (ANTARA/Tuoluo)
Beijing (ANTARA) - Beberapa rumah sakit dan klinik kesehatan di Kota Beijing kewalahan menerima pasien akibat wabah flu yang meluas bersamaan dengan pelonggaran kebijakan anti-pandemi COVID-19 di China.
Video-video pendek yang beredar di sejumlah media sosial mempertontonkan antrean pasien.
Antrean panjang di Rumah Sakit Chaoyang Beijing pada 9 Desember 2022, pasien bisa menunggu hingga enam jam untuk bisa bertemu dokter, demikian narasi video singkat yang beredar luas.
Otoritas Beijing membenarkan terjadinya fenomena tersebut.
"Sebagian besar pasien yang tertular virus corona memilih perawatan di rumah, sementara jumlah pasien demam dan flu yang dirawat di klinik melonjak," kata juru bicara Komisi Kesehatan Beijing (BHC) Li Ang kepada pers, Senin (12/12).
Pihaknya mencatat jumlah pasien flu yang dirawat di rumah sakit kelas dua pada Senin sekitar 19.000 orang atau naik 6,2 kali lipat dibandingkan sepekan sebelumnya.
Jumlah pasien demam yang dirawat di klinik kesehatan pada Ahad (11/12) sekitar 22.000 orang atau naik 16 kali lipat dibandingkan sepekan sebelumnya.
Li juga menyebutkan terjadinya peningkatan panggilan ke nomor darurat kesehatan dalam beberapa hari terakhir yang puncaknya terjadi pada Jumat (9/12) sebanyak 31.000 panggilan atau enam kali lipat lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Namun pasien yang dirujuk ke rumah sakit umum atau rumah sakit sementara karena COVID-19 lebih sedikit.
Menurut Li, tingkat okupansi di rumah sakit rujukan COVID-19 pada Kamis (8/12) turun dari 66,7 persen menjadi 59 persen.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wabah flu meluas, RS di Beijing kewalahan terima pasien
Video-video pendek yang beredar di sejumlah media sosial mempertontonkan antrean pasien.
Antrean panjang di Rumah Sakit Chaoyang Beijing pada 9 Desember 2022, pasien bisa menunggu hingga enam jam untuk bisa bertemu dokter, demikian narasi video singkat yang beredar luas.
Otoritas Beijing membenarkan terjadinya fenomena tersebut.
"Sebagian besar pasien yang tertular virus corona memilih perawatan di rumah, sementara jumlah pasien demam dan flu yang dirawat di klinik melonjak," kata juru bicara Komisi Kesehatan Beijing (BHC) Li Ang kepada pers, Senin (12/12).
Pihaknya mencatat jumlah pasien flu yang dirawat di rumah sakit kelas dua pada Senin sekitar 19.000 orang atau naik 6,2 kali lipat dibandingkan sepekan sebelumnya.
Jumlah pasien demam yang dirawat di klinik kesehatan pada Ahad (11/12) sekitar 22.000 orang atau naik 16 kali lipat dibandingkan sepekan sebelumnya.
Li juga menyebutkan terjadinya peningkatan panggilan ke nomor darurat kesehatan dalam beberapa hari terakhir yang puncaknya terjadi pada Jumat (9/12) sebanyak 31.000 panggilan atau enam kali lipat lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Namun pasien yang dirujuk ke rumah sakit umum atau rumah sakit sementara karena COVID-19 lebih sedikit.
Menurut Li, tingkat okupansi di rumah sakit rujukan COVID-19 pada Kamis (8/12) turun dari 66,7 persen menjadi 59 persen.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wabah flu meluas, RS di Beijing kewalahan terima pasien
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Kepri kirim sampel suspek pasien penyakit Super Flu ke Kementerian Kesehatan
13 January 2026 14:00 WIB
Dinkes Kepri imbau waspada flu dan batuk dampak cuaca ekstrem akhir tahun
23 December 2024 17:07 WIB, 2024
Pemkot lakukan pemeriksaan terhadap 22 kasus mirip flu Singapura di Batam
05 September 2023 17:11 WIB, 2023
Barantan ingatkan penerapan biosecurity guna cegah virus ASF di Pulau Bulan
25 May 2023 11:14 WIB, 2023
Mentan ingatkan virus dan bakteri penyebab flu babi afrika sedang bangkit lagi
14 May 2023 15:19 WIB, 2023
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB
Warga Gaza kembali dapat perlakuan kasar dan ancaman Israel saat kembali lewat Rafah
04 February 2026 10:40 WIB