Pemkot Batam terima alokasi dana TKD Rp1,273 triliun pada 2023
Jumat, 16 Desember 2022 17:13 WIB
Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid (paling kiri) usai menerima secara simbolis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi TKD 2023 di Dompak, Tanjungpinang, Kepri, Jumat (16/12/2022). ANTARA/HO-Humas Pemkot Batam
Batam, Kepri (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, menerima alokasi dana transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp1,273 triliun untuk tahun anggaran 2023.
Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid dalam keterangannya yang diterima di Batam, Jumat mengatakan jumlah tersebut sebesar 16,02 persen dari total TKD untuk Provinsi Kepri.
Ia menyebutkan dana transfer untuk Batam itu mengalami kenaikan, pada 2022 mendapat Rp1,249 triliun, sedangkan pada 2021 sebesar Rp1,036 triliun.
"Dana transfer tersebut terdiri dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), DAK nonfisik, dan dana insentif daerah," jelasnya.
Jefridin mengatakan anggaran tersebut akan digunakan sebagaimana semestinya sesuai fungsi yang ditetapkan.
Ia juga terus menekankan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Batam agar menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola anggaran tersebut.
"Kami selalu tekankan transparansi dan akuntabilitas demi menciptakan pemerintah yang bersih," kata dia.
Jefridin menambahkan dalam pengelolaan keuangan daerah Kota Batam telah mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebanyak sepuluh kali berturut-turut.
"Pak Wali Kota berpesan agar WTP harus dipertahankan sehingga pengelolaan anggaran harus transparan dan akuntabel," ujarnya.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kemenkeu Provinsi Kepri Indra Soeparjanto mengatakan penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan TKD merupakan tindak lanjut penyerahan DIPA dari Presiden Joko Widodo kepada para menteri.
"Penyerahan DIPA dan TKD dapat lebih cepat agar saat mulai awal tahun 2023 bisa segera dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.
Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid dalam keterangannya yang diterima di Batam, Jumat mengatakan jumlah tersebut sebesar 16,02 persen dari total TKD untuk Provinsi Kepri.
Ia menyebutkan dana transfer untuk Batam itu mengalami kenaikan, pada 2022 mendapat Rp1,249 triliun, sedangkan pada 2021 sebesar Rp1,036 triliun.
"Dana transfer tersebut terdiri dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), DAK nonfisik, dan dana insentif daerah," jelasnya.
Jefridin mengatakan anggaran tersebut akan digunakan sebagaimana semestinya sesuai fungsi yang ditetapkan.
Ia juga terus menekankan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Batam agar menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola anggaran tersebut.
"Kami selalu tekankan transparansi dan akuntabilitas demi menciptakan pemerintah yang bersih," kata dia.
Jefridin menambahkan dalam pengelolaan keuangan daerah Kota Batam telah mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebanyak sepuluh kali berturut-turut.
"Pak Wali Kota berpesan agar WTP harus dipertahankan sehingga pengelolaan anggaran harus transparan dan akuntabel," ujarnya.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kemenkeu Provinsi Kepri Indra Soeparjanto mengatakan penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan TKD merupakan tindak lanjut penyerahan DIPA dari Presiden Joko Widodo kepada para menteri.
"Penyerahan DIPA dan TKD dapat lebih cepat agar saat mulai awal tahun 2023 bisa segera dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.
Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejari Batam kembalikan berkas perkara kecelakaan kerja PT ASL ke Polresta Barelang
10 February 2026 10:29 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pemprov Kepri usul pemisahan komponen pangan dan nonpangan terkait inflasi
10 February 2026 5:11 WIB
Bulog Batam: Stok beras dan Minyakita terjaga jelang Imlek dan Idul Fitri
09 February 2026 11:28 WIB