Logo Header Antaranews Kepri

Polda Kepri catat 3 kali terjadi kebakaran lahan di Batam

Selasa, 10 Februari 2026 11:56 WIB
Image Print
Personel SAR dan Pamad Ditsamapta Polda Kepri berjibaku memadamkan api yang membakar kawasan hutan lindung Taman Lestari, Kota Batam, Senin (9/2/2026) dini hari. ANTARA/HO-Ditsamapta Polda Kepri

Batam (ANTARA) - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mencatat selama periode akhir Januari hingga Februari 2026 sudah terjadi tiga kali kebakaran lahan di wilayah Kota Batam.

Dari ketiga kebakaran lahan tersebut, Polda Kepri mengerahkan kendaraan taktis (Rantis) Karhutla serta armoured warter cannon (AWC) serta personel pengamanan dan penyelamatan (Pamad) untuk membantu dinas kebakaran setempat memadamkan kebakaran.

“Dari bulan Januari hingga Februari ini ada lima kejadian kebakaran yang kami bantu menanganinya, tiga di antaranya kebakaran lahan,” kata Direktur Samapta Polda Kepri Kombes Pol. Joko Adi Nugroho di Batam, Selasa.

Dia menjelaskan, kebakaran lahan yang baru-baru ini terjadi di kawasan hutan lindung Taman Lestari, Batu Aji, Kota Batam pada Minggu (8/2) dan baru berhasil dipadamkan Senin (9/2).

Sebanyak empat hingga lima unit mobil pemadam kebakaran Kota Batam dikerahkan dibantu rantis Karhutla, AWC dan Rantis SAR Polda Kepri.

“Laporan yang kami terima api baru dapat dipadamkan pukul 05.00 WIB, bahkan paginya masih dilakukan pendinginan,” ujarnya.

Tercatat ada enam titik api yang terdeteksi di lokasi tersebut.

Kebakaran berikutnya, terjadi pada Jumat (6/2) di TPA Punggur. Polda Kepri mengerahkan Rantis Karhutla dan AWC yang menghabiskan 8.000 liter air untuk memadamkan api.

Kemudian kebakaran semak belukar di sepanjang Jalan TPU Sambau, Nongsa, pada 22 Januari 2026. Penyebab kebakaran diduga karena udara panas dan kering. Kondisi ini mengakibatkan mengganggu lalu lintas jalan.

Baca juga: Kejari Batam kembalikan berkas perkara kecelakaan kerja PT ASL ke Polresta Barelang

Selain kebakaran lahan, Polda Kepri juga terlibat membantu pemadaman kebakaran bangunan di Kota Batam, seperti kebakaran bengkel yang bersebelahan dengan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di pada Sabtu (10/1).

Serta kebakaran kios UMKM di Pasar Mega Legenda pada Selasa (20/1) yang menghanguskan hampir 10 bangunan kios makanan.

Kebakaran lahan juga sempat melanda kawasan hutan di sekitar Bandar Hang Nadim Batam. Namun, pemadaman dilakukan melibatkan pengamanan bandara, Lanud Hang Nadim dan Damkar Kota Batam.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengimbau masyarakat di wilayah Kepulauan Riau tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar atau membakar sampah di lahan kering selama musim kemarau.

Imbauan ini disampaikan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah kepulauan tersebut selama musim kemarau yang mulai berlangsung sejak awal tahun ini.

“Bagi warga yang melakukan pembukaan lahan, diharapkan jangan melakukan pembakaran. Hal ini juga dapat memicu meluasnya kebakaran karena saat ini tiupan angin juga cukup kencang,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam Ramlan Djambak di Batam, Jumat (23/1).

Ramlan menjelaskan, saat ini wilayah Kepri memasuki musim panas atau kemarau. Namun, masih berpotensi terjadi hujan ringan yang bersifat lokal.

Menurut dia, untuk kejadian Karhutla di Kepri tidak terlalu banyak, kecuali ada yang membakar lahan pada saat memasuki kemarau.

Kebakaran lahan berpotensi meluas, karena faktor angin yang saat ini wilayah Kepri memasuki musim angin Muson Barat.



Baca juga: Polres Karimun gunakan KUHP baru tangani perkara penganiayaan ringan



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026