Padang (ANTARA News) -  Facebookers ramai membicarakan dan  mempertanyakan visualisasi gempa  7,2 skala richter yang melanda Pagai Selatan , Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat di situs pertemanan facebook.

Sejumlah pengguna facebook mempertanyakan kenapa hingga saat ini belum ada visualisasi gempa yang terjadi di Mentawai baik yang disiarkan melalui televisi maupun media online dan media cetak sementara dikabarkan jumlah korban yang tewas sudah mencapai 112 dan tingkat kerusakan cukup parah.

Salah satunya sebagaimana dituliskan Widia Ningsih  di dinding facebook pusat informasi gempa Sumbar yang menulis , "kenapa tdk ada liputan berita langsung dari stasiun televisi seperti yang di Yogya, sehingga kami bisa melihat seperti apa kondisi disana.

Hal serupa juga dikemukakan  Febrianto Salim Media yang menulis,"... media apa saja, tolong secepatnya datang ke Mentawai jangan hanya meliput dari Padang saja, saudara kita sangat butuh bantuan."

Febrianto juga menulis "... media elektronik meliput banjir Jakarta, Gunung Merapi di Sleman... tapi mana nyalimu meliput gempa Mentawai secara 'live'?".

Menjawab hal tersebut sebagai Ketua DPRD Sumatera Barat, Yultekhnil mengatakan saat ini Akses ke Mentawai saat ini cukup terkendala mengingat sarana transportasi yang terbatas serta kondisi cuaca yang kurang baik.

"Jangankan media cetak atau elektronik, tim relawan yang mengirim bantuan baru bisa berangkat mulai  Rabu pagi karena faktor cuaca yang buruk," kata dia.

Untuk menuju Pagai Selatan  yang berjarak 125 mil laut hanya bisa ditempuh melalui jalur laut dengan menggunakan kapal feri dengan lama perjalanan 10 jam dan jika menggunakan kapal cepat bisa ditempuh dalam empat jam.

Sementara dengan jalur udara hanya bisa ditempuh dengan helikopter karena daerah tersebut tidak terdapat bandara yang bisa didarati oleh pesawat.

Hal itu juga dibenarkan oleh redaktur www.antara-sumbar.com, Hadi Wijaya yang mengakui akses kelokasi  sanggat sulit sehingga belum bisa didapat visualisasi bencana tersebut.

"Kita sudah menurunkan dua orang wartawan untuk langsung menuju lokasi namun karena faktor cuaca dan sulitnya transportasi baru bisa berangkat Rabu," kata dia. (AN-207/Y006/Btm1)