Kepolisian Batam Usut Penikam Briptu Alfred
Sabtu, 20 November 2010 21:33 WIB
Kapolresta Barelang, Kombes Eka Yudha Satriawan menjenguk Briptu Alfred Tampubolon, Sabtu. (kepri.antaranews.com/Slamet Widodo)
Batam (ANTARA News) - Kepolisian Resor Kota Batam, Rempang dan Galang, Provinsi Kepulauan Riau mengusut kasus penikaman yang menimpa anggota Polda Kepulauan Riau, Briptu Alfred Tampubolon pada Jumat malam.
"Kami akan usut hingga tuntas kasus ini," kata Komisaris Besar (Pol) Eka Yudha Satriawan, Kepala Kepolisian Resor Kota Barelang, Sabtu.
Dia mengatakan saat ini polisi tengah melakukan proses penyelidikan terhadap kasus penikaman ini.
"Belum ada satupun yang kita tahan," kata dia.
Saat ini kepolisian telah memeriksa empat saksi yakni orang tua serta adik dari Alfred dan anggota satuan pengamanan pusat perbelanjaan Panbil..
Terkait dengan informasi yang menyebutkan pelaku penikaman diduga oknum anggota TNI, Eka mengatakan tengah melakukan koordinasi dengan pihak TNI.
"Kami tidak bisa mengambil kesimpulan, harus diperkuat dengan fakta dan akan kami selidiki," kata dia.
Polisi saat ini tengah mencari warga sipil yang terlibat dalam peristiwa ini, kata dia.
Alfred Tampubolon luka-luka tujuh tusukan setelah dikeroyok tiga orang yang diduga oknum anggota TNI pada Jumat malam di depan kawasan industri Muka Kuning.
Dia dikeroyok setelah mencoba menolong ayahnya yang mengalami kecelakaan lalu lintas.
Alfred menjalani operasi di Rumah Sakit Awal Bros Batam Sabtu dinihari dan kondisinya mulai stabil. (ANT-142/B013/Btm1)
"Kami akan usut hingga tuntas kasus ini," kata Komisaris Besar (Pol) Eka Yudha Satriawan, Kepala Kepolisian Resor Kota Barelang, Sabtu.
Dia mengatakan saat ini polisi tengah melakukan proses penyelidikan terhadap kasus penikaman ini.
"Belum ada satupun yang kita tahan," kata dia.
Saat ini kepolisian telah memeriksa empat saksi yakni orang tua serta adik dari Alfred dan anggota satuan pengamanan pusat perbelanjaan Panbil..
Terkait dengan informasi yang menyebutkan pelaku penikaman diduga oknum anggota TNI, Eka mengatakan tengah melakukan koordinasi dengan pihak TNI.
"Kami tidak bisa mengambil kesimpulan, harus diperkuat dengan fakta dan akan kami selidiki," kata dia.
Polisi saat ini tengah mencari warga sipil yang terlibat dalam peristiwa ini, kata dia.
Alfred Tampubolon luka-luka tujuh tusukan setelah dikeroyok tiga orang yang diduga oknum anggota TNI pada Jumat malam di depan kawasan industri Muka Kuning.
Dia dikeroyok setelah mencoba menolong ayahnya yang mengalami kecelakaan lalu lintas.
Alfred menjalani operasi di Rumah Sakit Awal Bros Batam Sabtu dinihari dan kondisinya mulai stabil. (ANT-142/B013/Btm1)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cerita Alfred Hartoyo, perwira keturunan Tionghoa yang pilih mengabdikan diri jadi dokter militer
25 September 2022 12:33 WIB, 2022
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Kemenkum Kepri bidik potensi indikasi geografis karya miniatur kapal di Bintan
14 May 2026 22:04 WIB
JPU duga ada skema kejahatan kerah putih dalam kasus dugaan korupsi Chromebook
14 May 2026 14:33 WIB
Kantah Natuna targetkan 500 sertifikat di program redistribusi tanah pada 2026
13 May 2026 16:16 WIB