FFI Hanya Berikan Penghargaan Terbaik
Kamis, 25 November 2010 23:30 WIB
Batam (ANTARA News) - Festival Film Indonesia hanya memberikan penghargaan terbaik kepada insan film Indonesia, mulai dari segi pemeran, sutradara hingga karya film.
"FFI hanya memberikan penghargaan terbaik. Utuk penghargaan terburuk silakan pihak lain kalau mau mengadakan," kata Niniek L. Karim, ketua Komite FFI, di Batam, Kamis.
Dia mengatakan pemberian penghargaan terbaik merupakan langkah untuk membangun nilai positif dalam setiap karya anak bangsa, khususnya di bidang perfilman.
Pernyataan itu ia lontarkan saat menanggapi adanya "Razzie Award", sebuah forum yang memberikan penghargaan terburuk di kancah perfilman internasional.
Menurut Niniek, pemberian penghargaan terburuk dapat memunculkan citra negatif.
Dia mengatakan lebih baik memberikan penghargaan kategori untuk kritik film terbaik daripada harus memberikan penghargaan terburuk.
Terkait dengan adanya "Indonesia Movie Award" yang banyak disebut sebagai tandingan dari FFI, Niniek menilai hal itu sebagai kewajaran dan warna baru dalam penghargaan film.
FFI menurut dia merupakan sebuah rumah bagi insan perfilman untuk berkarya dan berekspresi dalam ranah seni.
Dia mengatakan FFI senantiasa terus memperbaiki sistem penjurian untuk menghasilkan penghargaan yang memiliki kualifikasi baik.
"Kita sudah membuat buku pedoman penjurian, namun setiap tahun tetap saja memerlukan perbaikan," katanya.
Sementara itu, menanggapi tidak lolosnya film "Sang Pencerah" karya sutradara Hanung Bramantyo, dia mengatakan hal itu merupakan persoalan selera.
Menurut dia, selera antara juri dengan dewan seleksi bisa berbeda, sehingga memungkinkan terjadinya sebuah karya sinema yang dipandang memenuhi syarat oleh masyarakat masuk nominasi FFI, namun tidak oleh dewan seleksi.
"Ada perbedaan selera yang harus kita hargai," ujarnya.
Namun, dia mengakui bahwa dibutuhkan standar baku dalam menentukan film-film yang layak lolos ke nominasi FFI.(ANT-142/H-KWR/Btm2)
"FFI hanya memberikan penghargaan terbaik. Utuk penghargaan terburuk silakan pihak lain kalau mau mengadakan," kata Niniek L. Karim, ketua Komite FFI, di Batam, Kamis.
Dia mengatakan pemberian penghargaan terbaik merupakan langkah untuk membangun nilai positif dalam setiap karya anak bangsa, khususnya di bidang perfilman.
Pernyataan itu ia lontarkan saat menanggapi adanya "Razzie Award", sebuah forum yang memberikan penghargaan terburuk di kancah perfilman internasional.
Menurut Niniek, pemberian penghargaan terburuk dapat memunculkan citra negatif.
Dia mengatakan lebih baik memberikan penghargaan kategori untuk kritik film terbaik daripada harus memberikan penghargaan terburuk.
Terkait dengan adanya "Indonesia Movie Award" yang banyak disebut sebagai tandingan dari FFI, Niniek menilai hal itu sebagai kewajaran dan warna baru dalam penghargaan film.
FFI menurut dia merupakan sebuah rumah bagi insan perfilman untuk berkarya dan berekspresi dalam ranah seni.
Dia mengatakan FFI senantiasa terus memperbaiki sistem penjurian untuk menghasilkan penghargaan yang memiliki kualifikasi baik.
"Kita sudah membuat buku pedoman penjurian, namun setiap tahun tetap saja memerlukan perbaikan," katanya.
Sementara itu, menanggapi tidak lolosnya film "Sang Pencerah" karya sutradara Hanung Bramantyo, dia mengatakan hal itu merupakan persoalan selera.
Menurut dia, selera antara juri dengan dewan seleksi bisa berbeda, sehingga memungkinkan terjadinya sebuah karya sinema yang dipandang memenuhi syarat oleh masyarakat masuk nominasi FFI, namun tidak oleh dewan seleksi.
"Ada perbedaan selera yang harus kita hargai," ujarnya.
Namun, dia mengakui bahwa dibutuhkan standar baku dalam menentukan film-film yang layak lolos ke nominasi FFI.(ANT-142/H-KWR/Btm2)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Film "Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang" masuk kompetisi Shanghai International Film Festival
05 June 2026 13:34 WIB
Festival seabad Jam Gadang tampilkan lukisan kaligrafi China Muslim sepanjang 100 meter
05 June 2026 12:15 WIB
Festival musik lintas negara bertajuk 'Latihan Pestapora' kembali digelar di Malaysia
30 April 2026 11:24 WIB
China gelar "Gala Festival Musim Semi 2026" sambut Imlek pamerkan atraksi robot
18 February 2026 11:47 WIB
Film Joko Anwar, Ghost in the Cell terpilih di Berlin International Film Festival 2026
16 January 2026 14:43 WIB
HUT LKBN ANTARA, Wamenpar apresiasi promosi budaya lewat Festival Foto Celebes
14 December 2025 7:53 WIB
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Bappenas: Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Penyengat bisa jadi destinasi wisata
11 April 2026 11:35 WIB
Harga tiket reri Singapura-Batam naik, Disbudpar pastikan wisata tetap normal
13 March 2026 15:42 WIB
Sering ngantuk saat puasa? Ahli Gizi: Jangan andalkan kopi saat sahur, ini risikonya
24 February 2026 17:36 WIB