Tanjungpinang (ANTARA News) - Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Kepulauan Riau dapat melunasi seluruh utangnya sebesar Rp6 miliar pada tahun ini.
"Kemungkinan keuntungan belum dapat tercapai pada tahun ini, karena Badan Usaha Milik Daerah Kepulauan Riau (BUMD Kepri) harus melunasi utang," kata Direktur Administrasi dan Keuangan PT Pembangunan Kepri, M Syahrial, di Tanjungpinang, Minggu.
"Uutang ke berbagai pihak itu wajib kami lunasi. Kemungkinan keuntungan baru dapat diraih pada tahun berikutnya," ungkap Syahrial.
Ia mengemukakan, PT Pembangunan Kepri (BUMD Kepri) tetap melaksanakan kewajibannya, walaupun pinjaman modal sebesar Rp2 miliar yang diajukan tahun ini ditolak pemerintah.
"Kami sudah berdialog dengan DPRD Kepri, dan mengungkapkan komitmen kami untuk membangun BUMD Kepri secara sehat dan menguntungkan bagi daerah," ujarnya.
Saat ini, kata dia, PT Pembangunan Kepri mengoptimalkan perbaikan manajemen perusahaan. Direksi PT Pembangunan Kepri melakukan pengawasan yang ketat terhadap pergerakan seluruh unit usaha.
"Kami juga mengevaluasi kinerja karyawan sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki manajemen perusahaan. Beberapa karyawan yang kinerjanya kurang baik telah diberhentikan," katanya.
Ia mengatakan, PT Pembangunan Kepri juga berkonsentrasi mengembangkan unit-unit usaha yang dapat memberikan keuntungan. Sementara beberapa unit usaha yang tidak menguntungkan telah ditutup pada tahun 2010.
"Evaluasi terhadap unit-unit usaha di bawah naungan PT Pembangunan Kepri terus dilakukan," ujarnya. (ANT-NP/B008/Btm2)
BUMD Kepri Optimistis Lunasi Utang Tahun Ini
Minggu, 6 Maret 2011 19:26 WIB
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD dan Pemprov Kepri sepakati penyertaan modal BUMD Energi Rp5 miliar
07 September 2024 6:56 WIB, 2024
Jokowi terbitkan Perpres tentang distribusi izin tambang untuk ormas keagamaan
23 July 2024 10:45 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
PGN Batam catat 1.868 pelanggan rumah tangga telah dialiri gas bumi sepanjang 2026
07 September 2026 10:53 WIB