Menparekraf kenakan "Tanjak", dorong promosi produk dalam negeri
Sabtu, 29 Juli 2023 8:03 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengenakan Tanjak milik pelaku UMKM Batam usai meninjau bazar UMKM di acara Bajafash 2023 Kota Batam, Kepri (ANTARA/Jessica)
Batam (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengenakan topi khas adat Melayu yang biasa disebut dengan 'Tanjak' sebagai upaya mendorong promosi produk dalam negeri.
Sandiaga saat menghadiri bazar UMKM Batam Jazz and Fashion (Bajafash) di Batam, dirinya menjajal 'Tanjak' berwarna hijau yang bermakna "Putra Kayangan' yang biasa dipakai oleh kaum bangsawan Melayu.
"Warna Tanjak-nya bagus sekali. Tadi awal pakai kesempitan, tapi untungnya bisa di-adjust, jadi pas di kepala saya," ujar Sandiaga di Batam, Jumat.
Menurutnya, Tanjak berwarna hijau tersebut menjadi simbol pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan, sehingga ia langsung membeli topi adat tersebut.
"Warna cocok sekali, cocok dengan masa depan, ekonomi hijau, pariwisata hijau," kata dia.
Banyaknya pelaku UMKM dalam bazar Bajafash tersebut, Sandiaga mengatakan produk usaha mikro di Batam sudah sangat berkualitas dengan hasil barang yang bagus dan terkurasi.
Ia menyampaikan setiap UMKM menciptakan empat hingga enam lapangan pekerjaan bagi daerah setempat.
"UMKM di Batam keren banget. Tadi saya lihat kualitasnya sudah bagus, sudah terkurasi. Dan setiap UMKM menciptakan lapangan kerja 4 sampai 6 lapangan kerja, dan ini bagian dari target kita menciptakan 4,4 juta lapangan kerja," kata Sandiaga.
Tanjak yang dikenakan Sandiaga adalah karya desainer dari Baskoro dengan nama brand Raja Qisty.
Baskoro menjelaskan produknya memang memiliki target pasar yang khusus, yaitu orang-orang Melayu baik dalam maupun luar negeri.
Untuk di Indonesia sendiri wilayah yang menjadi sasarannya adalah Kalimantan Barat, Medan, Lampung, Palembang, dan Pekanbaru.
Sementara untuk pasar luar negeri yakni negara Singapura, Thailand, dan Malaysia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menparekraf kenakan "Tanjak" untuk dorong promosi produk dalam negeri
Sandiaga saat menghadiri bazar UMKM Batam Jazz and Fashion (Bajafash) di Batam, dirinya menjajal 'Tanjak' berwarna hijau yang bermakna "Putra Kayangan' yang biasa dipakai oleh kaum bangsawan Melayu.
"Warna Tanjak-nya bagus sekali. Tadi awal pakai kesempitan, tapi untungnya bisa di-adjust, jadi pas di kepala saya," ujar Sandiaga di Batam, Jumat.
Menurutnya, Tanjak berwarna hijau tersebut menjadi simbol pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan, sehingga ia langsung membeli topi adat tersebut.
"Warna cocok sekali, cocok dengan masa depan, ekonomi hijau, pariwisata hijau," kata dia.
Banyaknya pelaku UMKM dalam bazar Bajafash tersebut, Sandiaga mengatakan produk usaha mikro di Batam sudah sangat berkualitas dengan hasil barang yang bagus dan terkurasi.
Ia menyampaikan setiap UMKM menciptakan empat hingga enam lapangan pekerjaan bagi daerah setempat.
"UMKM di Batam keren banget. Tadi saya lihat kualitasnya sudah bagus, sudah terkurasi. Dan setiap UMKM menciptakan lapangan kerja 4 sampai 6 lapangan kerja, dan ini bagian dari target kita menciptakan 4,4 juta lapangan kerja," kata Sandiaga.
Tanjak yang dikenakan Sandiaga adalah karya desainer dari Baskoro dengan nama brand Raja Qisty.
Baskoro menjelaskan produknya memang memiliki target pasar yang khusus, yaitu orang-orang Melayu baik dalam maupun luar negeri.
Untuk di Indonesia sendiri wilayah yang menjadi sasarannya adalah Kalimantan Barat, Medan, Lampung, Palembang, dan Pekanbaru.
Sementara untuk pasar luar negeri yakni negara Singapura, Thailand, dan Malaysia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menparekraf kenakan "Tanjak" untuk dorong promosi produk dalam negeri
Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KSOP Batam evakuasi 9 awak kapal MV Golden Star 1 yang tenggelam di Selat Malaka
06 June 2026 12:21 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB
Pemkot Batam dukung usulan bebas visa kunjungan bagi 8 negara dongkrak kunjungan wisman
05 June 2026 14:59 WIB