Muslim di Jerman hadapi peningkatan pelecehan dan ancaman
Kamis, 10 Agustus 2023 14:49 WIB
Ilustrasi Masjid (ANTARA/freepik.com)
Cologne, Jerman (ANTARA) - Pemimpin masyarakat Muslim Jerman pada Rabu (9/8) mengatakan masjid di seluruh negara itu menghadapi peningkatan aksi vandalisme, pelecehan dan ancaman.
Kemal Ergun, presiden kelompok Muslim-Turki IGMG, mengatakan kepada Anadolu ada lebih banyak masjid menerima surat ancaman dalam beberapa pekan terakhir, dengan tanda tangan neo-Nazi alias 'NSU 2.0'.
"Kami tidak akan takut, kami tidak akan terintimidasi oleh ancaman semacam itu. Namun disayangkan banyak dari upaya pembakaran terhadap masjid, yang dapat menghilangkan banyak nyawa, para penyerang tidak diselidiki dan ditangkap," kata Ergun.
“NSU 2.0” mengacu pada National Socialist Underground, sebuah kelompok teror neo-Nazi yang didirikan pada tahun 2011 yang membunuh 10 orang dan melakukan serangan bom yang menargetkan imigran Turki dan Muslim.
Menurut statistik resmi, terjadi 124 serangan terhadap Muslim dalam tiga bulan pertama 2023, termasuk secara verbal dan fisik, surat ancaman, dan pembakaran yang menargetkan masjid-masjid.
Ergun meminta otoritas melakukan penyelidikan mendalam atas kejahatan tersebut dan mengadili para penyerang. Dia juga menyerukan sikap tegas melawan kebencian anti-Muslim dan ekstremisme sayap kanan.
"Sayangnya, rasisme adalah kenyataan di Jerman. Jajak pendapat terbaru menunjukkan partai politik yang rasis dan fasis (AfD) menjadi partai terbesar kedua di negara ini. Hal ini menunjukkan kita menuju masa berbahaya," kata dia.
Sementara itu Burhan Kesici, ketua Dewan Islami untuk Republik Federal Jerman, mengatakan para politisi dari partai demokratik seharusnya menentang populisme sayap kanan dan melawan pesan Islamofobia mereka.
"Kami berharap dari otoritas politik untuk memperluas dukungan mereka terhadap masyarakat Muslim. Mereka seharusnya menggarisbawahi dalam pidato mereka Muslim adalah bagian dari negara ini, dan mereka bukan ancaman bagi masyarakat," kata Kesici.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Muslim Jerman hadapi peningkatan pelecahan dan ancaman
Kemal Ergun, presiden kelompok Muslim-Turki IGMG, mengatakan kepada Anadolu ada lebih banyak masjid menerima surat ancaman dalam beberapa pekan terakhir, dengan tanda tangan neo-Nazi alias 'NSU 2.0'.
"Kami tidak akan takut, kami tidak akan terintimidasi oleh ancaman semacam itu. Namun disayangkan banyak dari upaya pembakaran terhadap masjid, yang dapat menghilangkan banyak nyawa, para penyerang tidak diselidiki dan ditangkap," kata Ergun.
“NSU 2.0” mengacu pada National Socialist Underground, sebuah kelompok teror neo-Nazi yang didirikan pada tahun 2011 yang membunuh 10 orang dan melakukan serangan bom yang menargetkan imigran Turki dan Muslim.
Menurut statistik resmi, terjadi 124 serangan terhadap Muslim dalam tiga bulan pertama 2023, termasuk secara verbal dan fisik, surat ancaman, dan pembakaran yang menargetkan masjid-masjid.
Ergun meminta otoritas melakukan penyelidikan mendalam atas kejahatan tersebut dan mengadili para penyerang. Dia juga menyerukan sikap tegas melawan kebencian anti-Muslim dan ekstremisme sayap kanan.
"Sayangnya, rasisme adalah kenyataan di Jerman. Jajak pendapat terbaru menunjukkan partai politik yang rasis dan fasis (AfD) menjadi partai terbesar kedua di negara ini. Hal ini menunjukkan kita menuju masa berbahaya," kata dia.
Sementara itu Burhan Kesici, ketua Dewan Islami untuk Republik Federal Jerman, mengatakan para politisi dari partai demokratik seharusnya menentang populisme sayap kanan dan melawan pesan Islamofobia mereka.
"Kami berharap dari otoritas politik untuk memperluas dukungan mereka terhadap masyarakat Muslim. Mereka seharusnya menggarisbawahi dalam pidato mereka Muslim adalah bagian dari negara ini, dan mereka bukan ancaman bagi masyarakat," kata Kesici.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Muslim Jerman hadapi peningkatan pelecahan dan ancaman
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lailatul Qadar, sekitar 180.000 muslim shalat Tarawih di Al-Aqsa, meski dibatasi Israel
27 March 2025 15:57 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB