Jakarta (ANTARA News) - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis pada pembukaan pasar menguat tipis 0,08 persen, karena pelaku membeli saham-saham berkapitalisasi besar.
Namun aksi beli saham unggulan relatif masih kecil, sehingga kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) hanya 3,078 persen, kata Analis PT Bank Saudara Tbk Ruly Nova di Jakarta, Kamis.
Indeks BEI naik 0,08 persen atau 3,078 poin menjadi 3.731,335 dan indeks LQ bertambah 0,12 persen atau 0,791 poin ke posisi 667,807.
Ruly Nova mengatakan, peluang indeks untuk naik sebenarnya cukup besar, karena dari faktor positif dari internal cukup besar, namun kenaikan itu agak tertahan karena pasar regional cenderung tak menentu.
Faktor positif dari pasar internal terutama diperoleh dari membaiknya peringkat utang Indonesia, stabilnya suku bunga acuan Bank Indonesia, dan pertumbuhan ekonomi nasional yang terus membaik.
Sedangkan dari pasar eksternal kurang menguntungkan akibat merosotnya indeks di berbagai saham seperti Indeks Nikkei, meski bursa Wall Street membaik, tuturnya.
Menurut dia, indeks kemungkinan akan kembali menguat, setelah laporan kinerja keuangan sejumlah emiten menunjukkan nilai positif.
''Kami optimis indeks akan kembali menguat, apalagi pasar regional pada sore nanti mengalami perubahan dari negatif ke positif," ucapnya.
Saham-saham yang mendukung indeks BEI antara lain saham United Tractor naik Rp100 menjadi Rp22.700, saham Astra Agro Lestari bertambah Rp100 menjadi Rp22.850 dan saham Bank Danamon naik Rp50 menjadi Rp6.600. Selain itu saham Telkom menguat Rp50 menjadi Rp7.050 dan saham Indy bertambah Rp25 menjadi Rp4.025.
(H-CS/S004/Btm3)
Indeks BEI Dibuka Menguat Tipis
Kamis, 14 April 2011 11:08 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov apresiasi dukungan pemerintah pusat bangun sektor pendidikan di Kepri
01 July 2026 17:12 WIB
Purbaya yakin IHSG bergerak naik usai investor paham dari dampak BUMN khusus ekspor
21 May 2026 13:18 WIB
IHSG terperosok 3 persen imbas konflik Iran vs AS-Israel, BEI sebut krisis energi jadi pemicu
04 March 2026 12:17 WIB