Menteri Investasi optimistis investasi Rempang turut tingkatkan kesejahteraan masyarakat
Minggu, 17 September 2023 19:22 WIB
Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi percepatan pengembangan investasi ramah lingkungan kawasan pulau Rempang, di Batam Kepulauan Riau, Ahad (17/9). (ANTARA/ HO-BP Batam)
Batam (ANTARA) - Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia optimistis rencana pengembangan Rempang akan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
"Yakinlah bahwa investasinya ini untuk kesejahteraan rakyat. Dengan menciptakan banyaknya lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat juga akan meningkat," Kata Menteri Bahlil usai rapat teknis membahas dinamika Rempang di Kota Batam, Kepulauan Riau, Ahad.
Ia optimistis, Rempang yang akan menjadi mesin ekonomi baru Indonesia juga bakal meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah ke depannya.
Baca juga:
Menteri Investasi sebut besaran ganti rugi warga Rempang akan disesuaikan
Sejumlah menteri dijadwalkan rapat bahas Rempang di Batam
Dalam kesempatan itu, Menteri mendukung langkah BP Batam dalam melakukan pendekatan humanis ke masyarakat Rempang. Khususnya dalam melakukan sosialisasi dan pendataan terhadap warga yang terdampak pengembangan.
Menurutnya, komunikasi yang baik dan humanis jauh lebih penting dalam percepatan investasi di Pulau Rempang.
"Untuk investasi, kita bersaing dengan negara luar. Kita tidak bisa menunggu karena investasi ini akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Yang paling penting, komunikasi ke masyarakat harus jauh lebih baik," kata dia.
Untuk diketahui, rapat teknis yang digelar di Batam itu juga dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dan Kepala BP Batam Muhammad Rudi.
Baca juga:
Menteri Bahlil ke Batam, bahas percepatan pengembangan Rempang
Polresta Barelang kabulkan penangguhan delapan tersangka kericuhan Rempang
Komnas HAM lakukan investigasi di sekolah terdampak kericuhan Rempang
PBNU: Kasus di Pulau Rempang sejatinya bisa diselesaikan lewat musyawarah
"Yakinlah bahwa investasinya ini untuk kesejahteraan rakyat. Dengan menciptakan banyaknya lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat juga akan meningkat," Kata Menteri Bahlil usai rapat teknis membahas dinamika Rempang di Kota Batam, Kepulauan Riau, Ahad.
Ia optimistis, Rempang yang akan menjadi mesin ekonomi baru Indonesia juga bakal meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah ke depannya.
Baca juga:
Menteri Investasi sebut besaran ganti rugi warga Rempang akan disesuaikan
Sejumlah menteri dijadwalkan rapat bahas Rempang di Batam
Dalam kesempatan itu, Menteri mendukung langkah BP Batam dalam melakukan pendekatan humanis ke masyarakat Rempang. Khususnya dalam melakukan sosialisasi dan pendataan terhadap warga yang terdampak pengembangan.
Menurutnya, komunikasi yang baik dan humanis jauh lebih penting dalam percepatan investasi di Pulau Rempang.
"Untuk investasi, kita bersaing dengan negara luar. Kita tidak bisa menunggu karena investasi ini akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Yang paling penting, komunikasi ke masyarakat harus jauh lebih baik," kata dia.
Untuk diketahui, rapat teknis yang digelar di Batam itu juga dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dan Kepala BP Batam Muhammad Rudi.
Baca juga:
Menteri Bahlil ke Batam, bahas percepatan pengembangan Rempang
Polresta Barelang kabulkan penangguhan delapan tersangka kericuhan Rempang
Komnas HAM lakukan investigasi di sekolah terdampak kericuhan Rempang
PBNU: Kasus di Pulau Rempang sejatinya bisa diselesaikan lewat musyawarah
Pewarta : YJN
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diskan Batam bina kelompok pembudidaya ikan air tawar bioflok di pulau terpencil
05 May 2026 17:28 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Diskan Batam bina kelompok pembudidaya ikan air tawar bioflok di pulau terpencil
05 May 2026 17:28 WIB