Jakarta (ANTARA) - Erick Thohir menanggapi hasil survei serta pernyataan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang menyebut dirinya peringkat pertama bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto.
“Begini, saya tentu mengapresiasi hasil survei. Artinya apa? kan kinerja kita kan baik dan tentu justru itu membuat beban saya tersendiri supaya kembali target-targetnya tetap baik. Apakah di BUMN, apakah hari ini di sepak bola U-17, timnas dan lain-lain, ya tentu ini hal yang menjadi pemacu kita,” kata Erick di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan mengenai pencalonan cawapres, hal itu merupakan hak dari koalisi partai-partai politik. Erick mengaku belum berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait.
Dia menuturkan hubungan dirinya dengan Ketua Umum PAN Zukifli Hasan (Zulhas) juga sangat baik. Namun dia menekankan keputusan penentuan cawapres ada di koalisi partai.
“Hubungan saya dengan Pak Zulhas itu kan memang hubungannya sejak lama, dan sangat baik di mana keluarga kita juga bersahabat dan di situlah mungkin dari pihak Pak Zulhas dan PAN sendiri punya komitmen. Tentu saya apresiasi. Tapi kan kembali ke koalisi, tidak bisa istilahnya mendorong-dorong kemauan pribadi,” ujarnya.
Erick menyatakan menyerahkan segala keputusan kepada koalisi partai untuk memilih yang terbaik. Saat ini dirinya fokus pada apa yang menjadi tugasnya di pemerintahan.
“Pada saat ini saya fokus pada apa kerjaan yang saya rasa sudah ada di depan mata dan kita fokus,” ujarnya.
Sebelumnya, hasil survei teranyar dari Politika Research & Consulting (PRC) pada September menunjukkan bahwa Erick Thohir menempati elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres), disusul Ridwan Kamil di urutan kedua, kemudian Muhaimin Iskandar di urutan ketiga.
“Dengan simulasi tujuh nama, menarik adalah nama Erick Thohir dan Ridwan Kamil itu unggul di dalam margin of error dengan Muhaimin Iskandar,” kata Direktur Eksekutif PRC Rio Prayogo dalam rilis survei "Peta Politik Jawa Timur Pasca-Deklarasi AMIN", sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Politika Research & Consulting, di Jakarta, Ahad (17/9)
Dalam simulasi tujuh nama elektabilitas cawapres, Erick Thohir meraih elektabilitas sebesar 16,8 persen, lalu Ridwan Kamil sebesar 16,4 persen, dan Muhaimin Iskandar sebesar 15,4 persen.
Elektabilitas cawapres berikutnya secara berturut-turut, yakni Sandiaga Uno (12,6 persen), Gibran Rakabuming Raka (10,8 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (10 persen), dan Airlangga Hartarto (1,2 persen). Adapun sebanyak 16,8 persen responden menjawab tidak tahu/tidak menjawab.
Rio menilai meski Muhaimin Iskandar menempati posisi elektabilitas ketiga, menurutnya figur Ketua Umum PKB itu dipilih menjadi bakal cawapres pendamping Anies Baswedan karena faktor pendukung lainnya.
“Paling tidak dari data ini menunjukkan bukan karena variabel elektabilitas personalnya, tapi karena partai PKB-nya, Jawa Timur-nya, dan mungkin juga yang pasti adalah Nahdlatul Ulama-nya,” katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Erick tanggapi survei dirinya peringkat pertama pendamping Prabowo
Begini kata Erick Thohir soal survei dirinya peringkat pertama pendamping Prabowo
Rabu, 20 September 2023 12:27 WIB
Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri BUMN Erick Thohir memberikan keterangan kepada wartawan usai bertemu Presiden Joko Widodo, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (20/9/2023). ANTARA/Rangga Pandu
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Erick sebut formasi Timnas Indonesia sudah baik tidak ada penambahan pemain
09 September 2025 4:59 WIB