Tim SAR gabungan cari korban hilang saat cari udang di Bintan
Minggu, 19 November 2023 18:47 WIB
Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian terhadap seorang pria, Yosephloar (27) yang hilang tenggelam saat mencari udang di perairan Pulau Pucung Malang Rapat, Kabupaten Bintan, Kepri, Minggu (19/11/2023). ANTARA/HO-Humas SAR Tanjungpinang
Tanjungpinang (ANTARA) - Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian terhadap seorang pria, Yosephloar (27) yang menjadi korban hilang tenggelam saat mencari udang di Perairan Pulau Pucung Malang Rapat, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Slamet Riyadi, mengatakan korban dilaporkan hilang pada hari Sabtu (18/11), sekira pukul 18.00 WIB, oleh Kepala Satpolair Polres Bintan, IPTU Sarianto.
"Setelah itu, kami langsung bentuk tim SAR gabungan untuk mencari korban," kata Slamet Riyadi di Tanjungpinang, Minggu.
Slamet menyebut korban Yosephloar diduga terseret arus lalu hilang tenggelam ketika tengah mencari udang di perairan Malang Rapat, Sabtu, sekira pukul 17.00 WIB.
Saat kejadian, kata Slamet, ada saksi mata berjarak kurang lebih 100 meter yang melihat korban tenggelam. Saksi mata tersebut berusaha menolong, namun tidak berhasil.
"Sampai saat ini pencarian masih terus dilakukan. Korban belum berhasil ditemukan," ungkap Slamet.
Lanjut Slamet menyampaikan unsur gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian korban Yosephloar, antara lain Kantor SAR Tanjungpinang, Polres Bintan, KPLP Tanjung Uban, BPBD, PMI, perangkat Desa Malang Rapat serta masyarakat tempatan.
Tim SAR gabungan mengerahkan perahu karet ditambah mopel, kapal cepat Polair Bintan, dan kapal pompong nelayan Desa Malang Rapat untuk menemukan korban.
"Kondisi cuaca sedikit berangin disertai curah hujan ringan," kata Slamet.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Slamet Riyadi, mengatakan korban dilaporkan hilang pada hari Sabtu (18/11), sekira pukul 18.00 WIB, oleh Kepala Satpolair Polres Bintan, IPTU Sarianto.
"Setelah itu, kami langsung bentuk tim SAR gabungan untuk mencari korban," kata Slamet Riyadi di Tanjungpinang, Minggu.
Slamet menyebut korban Yosephloar diduga terseret arus lalu hilang tenggelam ketika tengah mencari udang di perairan Malang Rapat, Sabtu, sekira pukul 17.00 WIB.
Saat kejadian, kata Slamet, ada saksi mata berjarak kurang lebih 100 meter yang melihat korban tenggelam. Saksi mata tersebut berusaha menolong, namun tidak berhasil.
"Sampai saat ini pencarian masih terus dilakukan. Korban belum berhasil ditemukan," ungkap Slamet.
Lanjut Slamet menyampaikan unsur gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian korban Yosephloar, antara lain Kantor SAR Tanjungpinang, Polres Bintan, KPLP Tanjung Uban, BPBD, PMI, perangkat Desa Malang Rapat serta masyarakat tempatan.
Tim SAR gabungan mengerahkan perahu karet ditambah mopel, kapal cepat Polair Bintan, dan kapal pompong nelayan Desa Malang Rapat untuk menemukan korban.
"Kondisi cuaca sedikit berangin disertai curah hujan ringan," kata Slamet.
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelindo Tanjungpinang layani 221.466 penumpang selama Natal dan Tahun baru
24 January 2026 18:19 WIB
Maskapai Garuda dikabarkan berhenti beroperasi di Bandara RHF Tanjungpinang
24 January 2026 5:01 WIB
Basarnas dan Kedubes Inggris perkuat kerja sama penanganan darurat WNA di Pulau Bintan
20 January 2026 19:13 WIB
Tim SAR gabungan cari pekerja yang hilang terseret arus di perairan Pulau Poto
20 January 2026 13:52 WIB
Di Tanjungpinang, Menag sebut Isra Miraj momentum tingkatkan kualitas spritual
15 January 2026 9:49 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Wakil Bupati Natuna ingatkan masyarakat pentingnya pendidikan untuk tingkatkan kesejahteraan
26 January 2026 17:32 WIB