BUMD Kepri Raih Laba Rp1,75 Miliar
Selasa, 7 Juni 2011 17:31 WIB
Tanjungpinang (ANTARA News) - Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Kepulauan Riau, PT Pembangunan Kepri meraih keuntungan sebesar Rp1,75 miliar lebih pada 2010 melalui beberapa unit usaha yang dikelolanya.
"Laba yang kami peroleh itu terutama dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kepri Bintan dan BPR Kepri Batam, masing-masing Rp1,05 miliar dan Rp700 juta," kata Direktur Keuangan PT Pembangunan Kepri M Syahrial di Tanjungpinang, Selasa.
Menurut Syahrial, selain dari kedua BPR tersebut, PT Pembangunan Kepri juga meraih keuntungan dari usaha pengangkutan avtur untuk kebutuhan Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang rata-rata sebesar Rp350 juta/bulan dengan biaya operasional sekitar Rp250 juta.
"Seluruh keuntungan itu untuk membayar utang BUMD Kepri yang mencapai Rp6 miliar," katanya.
Hingga 2011, menurut dia, angsuran utang itu sudah dibayarkan sekitar Rp2 miliar lebih dan ditargetkan lunas pada akhir 2012.
"Tanpa tambahan penyertaan modal, kami targetkan seluruh utang bisa diselesaikan pada akhir 2012," ujarnya.
Tambahan modal dari pemerintah daerah, menurut dia, diharapkan mempercepat dan memperbesar laba sehingga bisa membayar utang yang tersisa.
Syahrial menambahkan, untuk memperbesar keuntungan dari unit usaha pengangkutan avtur, pihaknya juga meminta penambahan tanki timbun avtur di Bandara RHF Tanjungpinang karena frekuensi penerbangan sudah meningkat.
"Dengan penambahan tanki timbun avtur, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan agar tidak mengganggu jadwal penerbangan selain menambah keuntungan untuk BUMD," katanya.
(ANT-HM/N002/Btm3)
"Laba yang kami peroleh itu terutama dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kepri Bintan dan BPR Kepri Batam, masing-masing Rp1,05 miliar dan Rp700 juta," kata Direktur Keuangan PT Pembangunan Kepri M Syahrial di Tanjungpinang, Selasa.
Menurut Syahrial, selain dari kedua BPR tersebut, PT Pembangunan Kepri juga meraih keuntungan dari usaha pengangkutan avtur untuk kebutuhan Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang rata-rata sebesar Rp350 juta/bulan dengan biaya operasional sekitar Rp250 juta.
"Seluruh keuntungan itu untuk membayar utang BUMD Kepri yang mencapai Rp6 miliar," katanya.
Hingga 2011, menurut dia, angsuran utang itu sudah dibayarkan sekitar Rp2 miliar lebih dan ditargetkan lunas pada akhir 2012.
"Tanpa tambahan penyertaan modal, kami targetkan seluruh utang bisa diselesaikan pada akhir 2012," ujarnya.
Tambahan modal dari pemerintah daerah, menurut dia, diharapkan mempercepat dan memperbesar laba sehingga bisa membayar utang yang tersisa.
Syahrial menambahkan, untuk memperbesar keuntungan dari unit usaha pengangkutan avtur, pihaknya juga meminta penambahan tanki timbun avtur di Bandara RHF Tanjungpinang karena frekuensi penerbangan sudah meningkat.
"Dengan penambahan tanki timbun avtur, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan agar tidak mengganggu jadwal penerbangan selain menambah keuntungan untuk BUMD," katanya.
(ANT-HM/N002/Btm3)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD dan Pemprov Kepri sepakati penyertaan modal BUMD Energi Rp5 miliar
07 September 2024 6:56 WIB, 2024
Jokowi terbitkan Perpres tentang distribusi izin tambang untuk ormas keagamaan
23 July 2024 10:45 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
BP Batam bersama Pertamina Patra Niaga perkuat layanan energi penerbangan
19 September 2026 10:47 WIB
Pemprov Kepri proyeksikan pendapatan daerah naik Rp82 miliar di APBD perubahan
18 September 2026 17:26 WIB
Pemkot Batam tetapkan produk unggulan pastikan akses pemasaran diperluas
18 September 2026 15:00 WIB
Kemnaker: Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 5 berlangsung hingga 23 September
18 September 2026 8:51 WIB
PGN Batam perkuat edukasi jaringan gas capai target 34 ribu sambungan rumah tangga
17 September 2026 14:40 WIB