Harga Sayur di Batam Naik 100 Persen
Rabu, 15 Juni 2011 12:44 WIB
Batam (ANTARA News) - Harga sayur-mayur di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau naik tajam sampai 100 persen sejak sepekan ini karena semua pasokan didatangkan dari Tanjungpinang di seberang laut.
"Batam tidak sedang panen, semua sayuran harus di datangkan dari Tanjungpinang. Jadi harganya melambung hingga sekitar 100 persen," kata pedagang sayur di Pasar Mitra Raya, Sulaiman.
Sayur jenis sawi yang umumnya dijual Rp8.000 kini mencapai Rp15.000/kg, tomat naik dari Rp7.000 menjadi Rp14.000/kg, bayam dari Rp8.000 menjadi Rp12.000/kg, kangkung dari Rp7.000 menjadi Rp14.000/kg.
"Harga-harganya mulai naik sekitar satu minggu ini," kata dia.
Pedagang di Pasar Tanjungpantun, Jodoh, Batam juga mengatakan hal serupa.
"Pasokannya memang terbatas, karena sayuran di datangkan dari Tanjungpinang," kata Muhajir.
Menurut dia, harga sayur di Tanjungpinang sudah tinggi jadi sampai di Batam harganya semakin tinggi.
"Kalau didatangkan dari sana (Tanjungpinang) otomatis ongkos kirimya lebih mahal. Jatuhnya kan jadi mahal," Muhajir menjelaskan.
Untuk jenis sayuran yang dipasok dari Jawa dan Sumatra seperti kentang, wortel, kol, cabai, paprika, dan timun harganya cenderung setabil.
"Pasokan dari luar Kepulauan Riau tidak ada masalah. Harganya stabil," tambah dia.
(ANT-L/Btm1)
"Batam tidak sedang panen, semua sayuran harus di datangkan dari Tanjungpinang. Jadi harganya melambung hingga sekitar 100 persen," kata pedagang sayur di Pasar Mitra Raya, Sulaiman.
Sayur jenis sawi yang umumnya dijual Rp8.000 kini mencapai Rp15.000/kg, tomat naik dari Rp7.000 menjadi Rp14.000/kg, bayam dari Rp8.000 menjadi Rp12.000/kg, kangkung dari Rp7.000 menjadi Rp14.000/kg.
"Harga-harganya mulai naik sekitar satu minggu ini," kata dia.
Pedagang di Pasar Tanjungpantun, Jodoh, Batam juga mengatakan hal serupa.
"Pasokannya memang terbatas, karena sayuran di datangkan dari Tanjungpinang," kata Muhajir.
Menurut dia, harga sayur di Tanjungpinang sudah tinggi jadi sampai di Batam harganya semakin tinggi.
"Kalau didatangkan dari sana (Tanjungpinang) otomatis ongkos kirimya lebih mahal. Jatuhnya kan jadi mahal," Muhajir menjelaskan.
Untuk jenis sayuran yang dipasok dari Jawa dan Sumatra seperti kentang, wortel, kol, cabai, paprika, dan timun harganya cenderung setabil.
"Pasokan dari luar Kepulauan Riau tidak ada masalah. Harganya stabil," tambah dia.
(ANT-L/Btm1)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Di Tanjungpinang, Kepala BPS RI ajak pemda se-Kepri sukseskan sensus ekonomi 2026
31 January 2026 19:25 WIB