
Harga Sayur Mayur di Natuna Kembali Normal

Natuna (ANTARA Kepri) - Harga sayur mayur di Ranai, ibu kota Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, kembali normal seiring berakhirnya musim angin utara yang sempat melambung akibat transportasi laut terganggu ombak tinggi 6-12 meter.
Seperti dituturkan Inem (40) pedagang sayur mayur di Pasar Ranai, Kamis, harga sayur mayur saat ini kembali normal daripada beberapa pekan sebelumnya hinggga awal Februari naik rata-rata 50 persen.
Inem mengatakan, kini harga wortel Rp6.000, timun Rp15.000, buncis Rp20.000 dan sawi Rp18.000 per kilogram.
Harga cabai semula mencapai Rp100.000 per kilogram, tetapi sekarang Rp60.000, bawang merah Rp20.000, bawang putih Rp12.000 per kilogram.
Penurunan harga sayur mayur kembali ke normal ini disyukuri Uni Desi (50) yang sudah berjualan makanan sarapan pagi selama empat tahun di Pasar Ranai.
"Bayangkan, pada musim utara harga kacang panjang saja bisa mencapai Rp25.000 per kilogram padahal biasanya hanya Rp9.000 per kilogram," ujarnya.
Belum lagi, harga sayur lainnya. "Kalau sudah musim utara siap-siap saja kaget mengenai harga sayur-mayur di Pasar Ranai," jelasnya.
Senada dengan Uni Desi, mahalnya harga-harga di musim angin utara dinyatakan Ipit (32), pedagang di satu-satunya pasar sayur-mayur bagi masyarakat kota itu.
"Harga tidak menentu, tapi yang jelas melambung tinggg karena barang sulit diperoleh disebabkan transportasi laut terganggu akibat musim utara. Sayur pun dikirim melalui pesawat. Bagaimana tidak mahal?" ungkapnya.
Biasanya, sayur mayur seperti terong, labu siam dan sawi pahit tersebut, didatangkan dari Medan, Sumatra Utara, Kalimantan dan Jakarta.
(KR-RST/A013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
