Batam (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Papua New Guinea membahas delapan poin masalah perbatasan dalam Join Border Commitee Meeting RI-PNG di Batam, Kamis.
"Ada 11 agenda yang dibahas dalam pertemuan ini. Dan masih ada delapan poin yang masih akan dibahas," kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Batam.
Delapan poin yang akan dibahas dalam rapat komite gabungan perbatasan RI-PNG itu adalah pembukaan batas perbatasan tingkat realisasi, penyelesaian kasus di satu daerah di Papua Nugini dan pembahasan Sungai bersama.
Lalu pembentukan sub komite perdagangan dan investasi, pemetaan dan identifikasi penyakit di kawasan perbatasan, optimalisasi lintas batas Marauke dan Boven Digul serta optimalisasi nota kesepahaman komite bersama tentang lingkungan.
Menteri mengatakan ada beberapa permasalahan di perbatasan Papua dan Papua New Guinea. Salah satunya adalah masalah pencemaran lingkungan di satu sungai.
Menurut Menteri, sungai itu mengalir dari Papua New Guinea ke Papua, sehingga ada masalah lingkungan yang timbul.
Untuk masalah lingkungan, akan dibahas khusus oleh Kementerian Lingkungan Hidup, kata Menteri.
Pembahasan masalah perbatasan Papua-Papua New Guinea adalah kelanjutan dari pertemuan sebelumnya di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, kata Menteri, banyak menemukan perkembangan dibanding pembahasan sebelumnya.
Direktur Jenderal Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Papua New Guinea mengatakan ada banyak masalah perbatasan yang dibicarakan dalam pertemuan dua negara.
"Pertemuan ini penting," kata dia.(ANT-YJN/N005/Btm2)
RI-PNG Bahas Delapan Poin Perbatasan
Kamis, 23 Juni 2011 13:49 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Alwi Farhan masuk 15 besar dunia usai juara Indonesia Masters 2026 pekan lalu
27 January 2026 16:18 WIB