71 persen warga Gaza kelaparan akut
Rabu, 20 Desember 2023 11:34 WIB
Warga Palestina di tempat penampungan sementara di Kota Khan Younis di Jalur Gaza Selatan, Rabu (13/12/2023). ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad.
Athena (ANTARA) - Sekitar 71 persen penduduk Gaza mengalami kelaparan ekstrem lantaran terus menderita akibat serangan Israel, demikian penelitian yang dirilis kelompok hak asasi manusia Euro-Med Monitor pada Rabu.
Berdasarkan temuan yang melibatkan sampel 1.200 orang di Gaza itu, 98 persen responden mengaku mengonsumsi makanan yang tidak layak.
Menurut temuan ini, 64 persen responden mengaku mengonsumsi rumput, buah, makanan mentah dan bahan-bahan kadaluarsa untuk menghilangkan rasa lapar.
Penelitian itu juga menyebutkan jatah air di Gaza, termasuk air minum, mandi dan air bersih, berkurang menjadi 1,5 liter per orang setiap hari.
“Jumlah ini berkurang 15 liter dari jumlah kebutuhan air untuk bertahan hidup berdasarkan standar internasional," sebut hasil penelitian itu.
Terungkap juga 66 persen responden mengaku pernah mengalami diare, ruam kulit atau penyakit saluran cerna dalam sebulan terakhir.
Gempuran udara dan darat Israel sejak Hamas melancarkan serangan pada 7 Oktober telah menewaskan sedikitnya 19.667 warga Palestina dan melukai 52.586 orang.
Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, kata otoritas kesehatan di kantong Palestina itu.
Dalam pemberitaan terpisah, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa mengatakan bahwa dia telah memperingatkan Amerika Serikat terkait tanggung jawab historis Washington untuk menghentikan serangan Israel di Gaza.
“Dalam pertemuan dengan (Presiden AS Joe) Biden, saya mengingatkan AS terkait tanggung jawab historisnya. Seberapa lantang dunia harus berteriak mengenai perlunya menghentikan Israel,” kata Erdogan kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan sepulang dari Hongaria.
“Tidak ada situasi di mana Fatah dan Hamas tidak bisa bertemu. Mereka sedang melakukan pembicaraan, dan ada kemungkinan pembicaraan-pembicaraan ini menghasilkan kemajuan lebih jauh,” tambah Erdogan.
Erdogan juga mengatakan bahwa ada banyak upaya yang telah dan dapat dilakukan oleh Turki sehubungan dengan pertemuan Hamas dan Fatah.
Ia menambahkan bahwa sangat penting bagi Fatah dan Hamas untuk “hidup berdampingan secara damai.”
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 70 persen lebih warga Gaza alami kelaparan akut
Berdasarkan temuan yang melibatkan sampel 1.200 orang di Gaza itu, 98 persen responden mengaku mengonsumsi makanan yang tidak layak.
Menurut temuan ini, 64 persen responden mengaku mengonsumsi rumput, buah, makanan mentah dan bahan-bahan kadaluarsa untuk menghilangkan rasa lapar.
Penelitian itu juga menyebutkan jatah air di Gaza, termasuk air minum, mandi dan air bersih, berkurang menjadi 1,5 liter per orang setiap hari.
“Jumlah ini berkurang 15 liter dari jumlah kebutuhan air untuk bertahan hidup berdasarkan standar internasional," sebut hasil penelitian itu.
Terungkap juga 66 persen responden mengaku pernah mengalami diare, ruam kulit atau penyakit saluran cerna dalam sebulan terakhir.
Gempuran udara dan darat Israel sejak Hamas melancarkan serangan pada 7 Oktober telah menewaskan sedikitnya 19.667 warga Palestina dan melukai 52.586 orang.
Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, kata otoritas kesehatan di kantong Palestina itu.
Dalam pemberitaan terpisah, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa mengatakan bahwa dia telah memperingatkan Amerika Serikat terkait tanggung jawab historis Washington untuk menghentikan serangan Israel di Gaza.
“Dalam pertemuan dengan (Presiden AS Joe) Biden, saya mengingatkan AS terkait tanggung jawab historisnya. Seberapa lantang dunia harus berteriak mengenai perlunya menghentikan Israel,” kata Erdogan kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan sepulang dari Hongaria.
“Tidak ada situasi di mana Fatah dan Hamas tidak bisa bertemu. Mereka sedang melakukan pembicaraan, dan ada kemungkinan pembicaraan-pembicaraan ini menghasilkan kemajuan lebih jauh,” tambah Erdogan.
Erdogan juga mengatakan bahwa ada banyak upaya yang telah dan dapat dilakukan oleh Turki sehubungan dengan pertemuan Hamas dan Fatah.
Ia menambahkan bahwa sangat penting bagi Fatah dan Hamas untuk “hidup berdampingan secara damai.”
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 70 persen lebih warga Gaza alami kelaparan akut
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kelaparan di Gaza kian meluas, hanya 73 truk bantuan pangan yang berhasil masuk
28 July 2025 11:33 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB