Gaza: Larangan Israel soal bantuan kemanusiaan perparah bencana kelaparan

id gaza,palestina,israel,kelaparan,gencatan senjata

Gaza: Larangan Israel soal bantuan kemanusiaan perparah bencana kelaparan

Warga Palestina berduka atas kematian kerabat mereka yang tewas dalam pengeboman Israel di Rumah Sakit Arab Al-Ahli di Kota Gaza, 24 Maret 2025. Jumlah korban tewas warga Palestina akibat serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza telah mencapai 50.000, kata otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza dalam sebuah pernyataan pada 23 Maret. ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad

Istanbul (ANTARA) - Kantor media otoritas Jalur Gaza mengutuk keputusan Israel yang melarang masuknya bantuan kemanusiaan dan bahan bakar sehingga memperparah bencana kelaparan di wilayah kantong Palestina itu.

Dalam pernyataannya pada Selasa, kantor media itu menuduh Israel melakukan "kejahatan baru" terhadap 2,4 juta penduduk Gaza dengan melarang kiriman tepung, bantuan, dan bahan bakar selama sebulan.

"Hal ini telah menyebabkan semua toko roti tutup total, memperparah kelaparan yang mengancam jiwa warga sipil," tulis pernyataan itu, seraya meminta Israel dan AS "bertanggung jawab penuh atas kejahatan yang keji".

Kantor media itu meminta PBB, komunitas internasional, dan kelompok hak asasi manusia turun tangan, dan menekankan Gaza telah memasuki kondisi kelaparan, yang menandai salah satu bencana kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern.

Sebelumnya, Abdel Nasser Al-Ajrami, ketua Asosiasi Pemilik Toko Roti di Jalur Gaza, mengatakan toko-toko roti, yang mendapat bantuan dari Program Pangan Dunia, berhenti beroperasi karena kekurangan bahan baku dan solar karena Israel menutup perbatasan.

Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyebut kondisi itu sebagai eskalasi berbahaya dari aksi genosida Israel.

Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gaza: Larangan Israel perparah bencana kelaparan

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE