Batam (ANTARA News) - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Provinsi Kepulauan Riau Syed Muhammad Taufik mengatakan kenaikan harga daging sapi segar dan beku disebabkan "panic buying".

"Kenaikan harga daging sekarang hanya karena masyarakat 'panic buying'," kata Syed Muhammad Taufik, Kamis.

Menurut dia, masyarakat membeli daging dalam jumlah besar, menjelang Ramadhan hingga Lebaran untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sehingga permintaan meningkat, harga pun naik.

Padahal, kata dia melanjutkan pasokan daging di kabupaten kota Kepri cukup.

Senada dengan Kepala Dinas Perindag Kepri, Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan Perikanan Perkebunan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Sri Yunelli mengatakan, saat ini persediaan daging beku masih menjelang Lebaran aman.

"Persediaan aman setidaknya untuk tiga bulan karena kebutuhan di Batam setiap hari hanya sekitar 20 ton saja," kata dia.

Saat ini, kata pasokan daging sapi beku sekitar 2.106 ton.

Sedangkan stok sapi hidup yang ada di Rumah Pemotongan Hewan Seitemiang, Batuaji, juga masih mencukupi untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri 1432 Hijriah.

"Kebutuhan sapi hidup juga masih aman. Selama Ramadan tidak ada kenaikan permintaan," tambah dia.

Pedagang daging sapi di Pasar Mitra Raya Batam Centre, Erik, mengatakan, saat ini harga daging segar masih Rp90 ribu/kg. Sementara harga daging beku berkisar antara Rp60-65 ribu/kg.

Kenaikan harga daging sejak awal Ramadan, kata dia, sekitar Rp10.000/kg untuk daging segar dan Rp5.000/kg untuk daging beku.

"Sejauh ini pasokan daging segar dan beku juga masih lancar," kata Erik.

(ANT-YJN/B012/Btm3)