KSAU diminta jaga kawasan Selat Malaka dan Natuna
Jumat, 5 April 2024 18:10 WIB
Menko Polhukam RI Hadi Tjahjanto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2024). ANTARA/Walda Marison
Jakarta (ANTARA) - Menko Polhukam Hadi Tjahjanto meminta Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menjaga Selat Malaka dan Natuna.
"TNI AU membantu mengamankan Selat Malaka. Ini sangat penting karena permasalahan isu Selat Malaka terus ada dan pengamanan Laut Natuna Utara," kata Hadi usai mengikuti upacara serah terima jabatan KSAU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat.
Untuk diketahui, beberapa peristiwa memang sempat terjadi di kawasan Selat Malaka, salah satunya menjadi jalur masuk para pengungsi Rohingya ke Indonesia.
Pengetatan penjagaan kawasan Selat Malaka dan Laut Natuna, lanjut Hadi, juga harus dibarengi dengan peningkatan alat utama sistem senjata (alutsista) milik TNI AU.
Dengan pengembangan teknologi di bidang radar dan deteksi, dia yakin pengawasan di kawasan Selat Malaka dan Laut Natuna Utara bisa berjalan dengan lancar.
Tidak hanya menjaga dua wilayah itu, KSAU yang baru juga diminta tidak mengendurkan penjaga perbatasan negara lewat udara.
"Penjagaan perbatasan yang utama, yakni perbatasan darat antara Indonesia dan Malaysia, Indonesia dengan Timor Leste, dan Indonesia dengan Papua Nugini," kata Hadi.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo menunjuk Tonny sebagai KSAU menggantikan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.
Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan bahwa penunjukan Marsdya Tonny sebagai KSAU tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 20/TNI/Tahun 2024 yang ditandatangani pada tanggal 25 Maret 2024.
Penggantian KSAU ini karena Marsekal Fadjar Prasetyo akan memasuki masa pensiun pada tanggal 9 April 2024.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Polhukam minta KSAU jaga kawasan Selat Malaka dan Natuna
"TNI AU membantu mengamankan Selat Malaka. Ini sangat penting karena permasalahan isu Selat Malaka terus ada dan pengamanan Laut Natuna Utara," kata Hadi usai mengikuti upacara serah terima jabatan KSAU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat.
Untuk diketahui, beberapa peristiwa memang sempat terjadi di kawasan Selat Malaka, salah satunya menjadi jalur masuk para pengungsi Rohingya ke Indonesia.
Pengetatan penjagaan kawasan Selat Malaka dan Laut Natuna, lanjut Hadi, juga harus dibarengi dengan peningkatan alat utama sistem senjata (alutsista) milik TNI AU.
Dengan pengembangan teknologi di bidang radar dan deteksi, dia yakin pengawasan di kawasan Selat Malaka dan Laut Natuna Utara bisa berjalan dengan lancar.
Tidak hanya menjaga dua wilayah itu, KSAU yang baru juga diminta tidak mengendurkan penjaga perbatasan negara lewat udara.
"Penjagaan perbatasan yang utama, yakni perbatasan darat antara Indonesia dan Malaysia, Indonesia dengan Timor Leste, dan Indonesia dengan Papua Nugini," kata Hadi.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo menunjuk Tonny sebagai KSAU menggantikan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.
Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan bahwa penunjukan Marsdya Tonny sebagai KSAU tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 20/TNI/Tahun 2024 yang ditandatangani pada tanggal 25 Maret 2024.
Penggantian KSAU ini karena Marsekal Fadjar Prasetyo akan memasuki masa pensiun pada tanggal 9 April 2024.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Polhukam minta KSAU jaga kawasan Selat Malaka dan Natuna
Pewarta : Walda Marison
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Joko Widodo lantik Menko Polhukam dan Menteri ATR/BPN hari Rabu besok
20 February 2024 17:55 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB
Trump 'murka' ancam tarif 200 persen jika Marcon tak jadi Dewan Perdamaian Gaza
20 January 2026 14:30 WIB