Kebocoran Ponton Pelabuhan Sekupang Batam Teratasi
Senin, 19 September 2011 20:29 WIB
Batam (ANTARA News) - Kebocoran ponton dermaga kedatangan Pelabuhan Domestik Sekupang Kota Batam, Provinsi kepulauan Riau sejak pekan lalu berhasil diatasi dengan dilakukan penambalan.
"Kebocoran sudah bisa diatasi dan dermaga kedatangan sudah bisa digunakan lagi," kata Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang, Erwin Safrizal di Batam, Senin.
Menurut Erwin, walaupun sudah bisa kembali digunakan, namun kondisi yang sudah tua membuat ponton tersebut rawan kebocoran.
"Seharusnya ponton tersebut sudah diganti. Karena tiga bulan terakhir sudah terjadi kebocoran sebanyak dua kali," tambah dia.
Sebelumnya, kata Erwin, ponton yang sama bulan Juli lalu juga mengalami kebocoran.
Untuk meminimalisasi kemungkinan ponton kembali bocor, kata Erwin, akan dilakukan pembatasan terhadap penumpang yang baru turun dari kapal.
"Penumpang yang turun tidak boleh berhenti terlalu lama di ponton agar tidak terjadi penumpukan yang mengakibatkan ponton rawan bocor," kata Erwin.
Kepala Seksi Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam Dendi Gustinandar mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan dua ponton baru untuk menganti ponton yang sudah tua tersebut.
"Ponton baru tengah dikerjakan. Mudah-mudahan akhir Oktober sudah bisa dipasang," kata Dendi.
Berdasarkan kontrak, kata Dendi, PT Pagar Alam sebenarnya harus menyelesaikan pembuatan ponton selama tiga bulan terhitung September, namun karena ponton Pelabuhan Domestik Sekupang sudah berkali-kali mengalami kebocoran maka kami meminta agar mereka mempercepat pembuatan ponton pengganti.
"Namun karena kondisi ponton sudah membahayakan kami harap akhir Oktober nanti ponton baru bisa dipasang sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa seperti yang terjadi pada ponton Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang," kata Dendi.
Dendi juga mengatakan, untuk penggantian dua ponton pada pelabuhan tersebut, BP Batam menganggarkan dana Rp3 miliar.
"Dananya memang sudah dianggarkan pada tahun ini," kata Dendi.
(ANT-L/Z003/Btm3)
"Kebocoran sudah bisa diatasi dan dermaga kedatangan sudah bisa digunakan lagi," kata Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang, Erwin Safrizal di Batam, Senin.
Menurut Erwin, walaupun sudah bisa kembali digunakan, namun kondisi yang sudah tua membuat ponton tersebut rawan kebocoran.
"Seharusnya ponton tersebut sudah diganti. Karena tiga bulan terakhir sudah terjadi kebocoran sebanyak dua kali," tambah dia.
Sebelumnya, kata Erwin, ponton yang sama bulan Juli lalu juga mengalami kebocoran.
Untuk meminimalisasi kemungkinan ponton kembali bocor, kata Erwin, akan dilakukan pembatasan terhadap penumpang yang baru turun dari kapal.
"Penumpang yang turun tidak boleh berhenti terlalu lama di ponton agar tidak terjadi penumpukan yang mengakibatkan ponton rawan bocor," kata Erwin.
Kepala Seksi Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam Dendi Gustinandar mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan dua ponton baru untuk menganti ponton yang sudah tua tersebut.
"Ponton baru tengah dikerjakan. Mudah-mudahan akhir Oktober sudah bisa dipasang," kata Dendi.
Berdasarkan kontrak, kata Dendi, PT Pagar Alam sebenarnya harus menyelesaikan pembuatan ponton selama tiga bulan terhitung September, namun karena ponton Pelabuhan Domestik Sekupang sudah berkali-kali mengalami kebocoran maka kami meminta agar mereka mempercepat pembuatan ponton pengganti.
"Namun karena kondisi ponton sudah membahayakan kami harap akhir Oktober nanti ponton baru bisa dipasang sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa seperti yang terjadi pada ponton Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang," kata Dendi.
Dendi juga mengatakan, untuk penggantian dua ponton pada pelabuhan tersebut, BP Batam menganggarkan dana Rp3 miliar.
"Dananya memang sudah dianggarkan pada tahun ini," kata Dendi.
(ANT-L/Z003/Btm3)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelabuhan Batam Centre butuh tambahan ponton hadapi libur Natal dan Tahun Baru
04 December 2024 7:58 WIB, 2024
Gubernur Ansar: Peresmian ponton HDPE Tarempa perlancar akses warga pesisir
07 May 2024 8:18 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Polres Lingga tanam 200 bibit pohon pisang guna dukung program ketahanan pangan
31 January 2026 16:18 WIB
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB