Pohon tumbang hingga timpa rumah warga di Bintan
Minggu, 23 Juni 2024 6:17 WIB
Pohon tumbang timpa rumah warga di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) akibat cuaca ekstrem, Sabtu (22/6/2024). (ANTARA/HO-Humas BPBD Bintan)
Tanjungpinang (ANTARA) - Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu, memicu pohon tumbang hingga menimpa rumah warga dan bahu jalan di daerah tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan Ramlah mengatakan pohon tumpang menimpa rumah warga bernama Eko Febrianto dan keluarganya di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan.
"Korban satu kepala keluarga (KK) terdiri dari lima jiwa," ujarnya.
Akibat kejadian itu, kata dia, atap dari asbes rumah Eko Febrianto pecah karena tertimpa pohon.
Tim BPBD Bintan sudah menyalurkan bantuan sembako untuk korban, lalu menangani puing-puing atap, serta melakukan peninjauan untuk segera dilakukan asesmen terkait dengan perhitungan kerusakan.
"Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut," ujar Ramlah.
Kejadian lainnya, katanya, sebatang pohon tumbang menutup akses jalan raya di Jalan Kamboja Kecamatan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.
Setelah itu, UPTD Pemadam BPBD Tanjung Uban bersama unsur terkait langsung mengevakuasi pohon tumbang tersebut dari jalan.
Ia mengatakan sebagian besar wilayah Bintan diguyur hujan sejak Sabtu pagi.
Ia telah memerintahkan tim rescue TRC BPBD dan Pos UPTD Pemadam BPBD se-Kabupaten Bintan untuk siaga, memantau perkembangan banjir dan cuaca ekstrem.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca yang sewaktu-waktu bisa saja berubah.
Berdasarkan pantauan cuaca terkini di Kabupaten Bintan, kecepatan angin mencapai 20 kilometer/jam, suhu mencapai 24-30 derajat Celsius, dan ketinggian gelombang signifikan yakni 0,5-2 meter.
"Waspada munculnya awan cumulonimbus yang dapat menimbulkan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta terjadinya angin kencang dan gelombang laut tinggi di wilayah pesisir Pulau Bintan, terutama pesisir bagian utara dan timur," demikian Ramlah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan Ramlah mengatakan pohon tumpang menimpa rumah warga bernama Eko Febrianto dan keluarganya di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan.
"Korban satu kepala keluarga (KK) terdiri dari lima jiwa," ujarnya.
Akibat kejadian itu, kata dia, atap dari asbes rumah Eko Febrianto pecah karena tertimpa pohon.
Tim BPBD Bintan sudah menyalurkan bantuan sembako untuk korban, lalu menangani puing-puing atap, serta melakukan peninjauan untuk segera dilakukan asesmen terkait dengan perhitungan kerusakan.
"Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut," ujar Ramlah.
Kejadian lainnya, katanya, sebatang pohon tumbang menutup akses jalan raya di Jalan Kamboja Kecamatan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.
Setelah itu, UPTD Pemadam BPBD Tanjung Uban bersama unsur terkait langsung mengevakuasi pohon tumbang tersebut dari jalan.
Ia mengatakan sebagian besar wilayah Bintan diguyur hujan sejak Sabtu pagi.
Ia telah memerintahkan tim rescue TRC BPBD dan Pos UPTD Pemadam BPBD se-Kabupaten Bintan untuk siaga, memantau perkembangan banjir dan cuaca ekstrem.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca yang sewaktu-waktu bisa saja berubah.
Berdasarkan pantauan cuaca terkini di Kabupaten Bintan, kecepatan angin mencapai 20 kilometer/jam, suhu mencapai 24-30 derajat Celsius, dan ketinggian gelombang signifikan yakni 0,5-2 meter.
"Waspada munculnya awan cumulonimbus yang dapat menimbulkan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta terjadinya angin kencang dan gelombang laut tinggi di wilayah pesisir Pulau Bintan, terutama pesisir bagian utara dan timur," demikian Ramlah.
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SAR gabungan tangani kecelakaan kapal speed boat tenggelam di perairan Karimun
31 December 2025 17:20 WIB
Pelni Tanjungpinang mitigasi cuaca ekstrem pada angkutan Natal dan Tahun Baru
17 December 2025 10:14 WIB