Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menekankan kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten dan kota setempat untuk rutin memantau angka stunting di wilayah masing-masing, karena percepatan penurunan angka stunting merupakan salah satu kunci sukses menuju bonus demografi tahun 2045.
"Maka itu, anak-anak hari ini harus bebas stunting, kelompok remaja harus disiapkan sejak dini dengan edukasi yang cukup untuk menyongsong bonus demografi," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Senin.
Ansar juga berharap semua pemangku kepentingan di Kepri, baik BKKBN, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, perangkat camat/lurah/desa, swasta dan seluruh lapisan masyarakat selalu bersinergi dalam rangka menurunkan angka stunting di daerah tersebut.
Ia menyampaikan, stunting sangat berdampak pada tingkat kecerdasan anak, karena stunting akan memperlambat pertumbuhan otak sehingga berdampak buruk pada kecerdasan anak.
"Pencegahan stunting harus dilakukan dari hulu ke hilir, di antaranya melalui pemantauan dan monitoring terhadap balita yang berisiko stunting dengan melakukan intervensi pemberian makanan gizi tambahan," ujarnya.
Baca juga: Pemprov Kepri dan DPRD tetapkan perda RPJPD tahun 2025-2045
Sementara, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Barenlitbang) Kepri Misni menyampaikan, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), saat ini angka stunting di daerah itu prevalensinya naik 1,4 persen menjadi sebesar 16,8 persen di tahun 2023.
Misni menjelaskan bahwa stunting tidak hanya karena faktor kemiskinan, namun juga terjadi karena faktor lain, seperti pola asuh, lingkungan, dan kecukupan pangan.
“Jadi, bukan hanya dipicu faktor ekonomi, tapi cukup banyak faktor lain yang memicu kasus stunting,” ujarnya.
Misni mengatakan, dalam menekan angka stunting, pemerintah sudah melakukan banyak program dan berbagai upaya pencegahan serta penanganan stunting, misalnya penimbangan rutin anak balita di posyandu hingga pemberian bantuan makanan gizi tambahan bagi anak berisiko stunting.
Ia juga optimistis target penurunan stunting menjadi 14 persen di tahun 2024 dapat terealisasi.
“Kalau di posyandu bisa langsung diintervensi, jadi tak ada yang luput dari pemantauan pemerintah,” kata Misni.
Baca juga: Gubernur Ansar sebut Pilkada 2024 didominasi pemilih milenial
Ansar Ahmad tekankan kabupaten/kota rutin pantau angka stunting
Senin, 8 Juli 2024 17:08 WIB
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad (tengah). ANTARA/Ogen.
Pewarta : Ogen
Editor : Angiela Chantiequ
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Kepri catat penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Zebra 2025
13 December 2025 17:52 WIB
Intervensi stunting berhasil, empat daerah di Kepri masuk penilaian kinerja terbaik nasional
20 November 2025 16:45 WIB
Pupuk Indonesia kembalikan lebih bayar pupuk subsidi kepada petani Natuna
04 November 2025 17:07 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Jumat ini lanjutkan tren penurunan
31 October 2025 6:37 WIB
BKKBN Kepri gelar rakorda fokus bahas program quick wins dan penurunan stunting
17 July 2025 14:18 WIB