Lingga (ANTARA Kepri) - Sebanyak 40 pegawai negeri sipil Pemerintah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau melakukan pengecekan cairan vagina sebagai deteksi dini penyakit kanker rahim atau serviks.
"Bila lebih dini seorang wanita memeriksakan rahim dan diketahui terjangkit virus yang menyebabkan kanker tersebut, kemungkinan bisa diobati dan tidak sampai dilakukan pengangkatan rahim," kata Petugas Analis Kimia Farma Tanjungpinang, Widi setelah pengambilan sampel cairan vagina pada 40 PNS di Rumah Sakit Lapangan, Daik, Lingga, Minggu.
Di Indonesia, kata dia, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena penyakit yang juga disebut "silent killer" karena perkembangannya sangat sulit dideteksi.
"Perjalanan dari infeksi virus menjadi kanker membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 10-20 tahun. Proses ini seringkali tidak disadari hingga kemudian sampai pada tahap pra-kanker tanpa gejala. Untuk mengurangi resiko, pemeriksaan perlu dilakukan," kata dia.
Ia mengatakan, penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV atau virus papiloma manusia) dengan prosentase mencapai sekitar 70 persen.
"Kanker ini menjadi salah satu pembunuh utama kaum wanita di Indonesia juga banyak negara lain," ucapnya.
Widi mengatakan, awalnya sel kanker berkembang dari serviks atau mulut rahim yang letaknya berada di bawah rahim dan di atas vagina. Kanker serviks disebut juga kanker leher rahim atau kanker mulut rahim. Di mulut rahim ada dua jenis sel, yaitu sel kolumnar dan sel skuamosa. Sel skuamus ini sangat berperan dalam perkembangan kanker serviks," ucap dia.
Kanker serviks dapat terjadi jika infeksi HPV tidak sembuh dalam waktu yang lama. Apalagi sistem kekebalan tubuh seorang wanita rendah, infeksi akan mengganas dan menyebabkan sel kanker.
"Virus ini dapat menyebar melalui sentuhan misalnya, ada virus HPV di tangan Anda, lalu Anda menyentuh daerah genital, maka daerah serviks Anda dapat terinfeksi. Atau bisa juga dari kloset di WC umum yang sudah terkontaminasi virus," ucap dia.
Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Lingga, Sukanti mengatakan walaupun di Lingga belum banyak ditemukan kasus tersebut namun perlu diwaspadai.
"Dengan pemeriksaan dini kami berharap bisa menghindarkan mereka dari penyakit tersebut," kata dia.
Sukanti mengatakan, pemeriksaan kanker serviks tersebut juga dilakukan untuk memeringati hari ibu di Lingga.
"Kebetulan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepulauan Riau tengah melaksanakan kegiatan gratis termasuk pemeriksaan kesehatan rahim, maka kami berinisiatif untuk mengajak ibu-ibu PNS periksa," kata Sukanti.
(pso-292/E010)
PNS Lingga Cek Kesehatan Rahim
Minggu, 25 Desember 2011 17:41 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Natuna perpanjang kontrak 2.250 PPPK paruh waktu periode 2026-2027
16 September 2026 11:17 WIB
KPK panggil lagi 5 saksi terkait kasus mantan Kakanwil DJP Jakarta Khusus
08 September 2026 14:59 WIB
Menkeu Purbaya siapkan anggaran Rp31 T buat pengalihan PPPK jadi pegawai pemerintah pusat
20 August 2026 14:06 WIB
Prabowo naikkan tukin TNI dan pegawai Kemhan setelah 8 tahun tanpa penyesuaian
30 July 2026 6:30 WIB
Polresta Banyumas naikkan dugaan TPPU mantan pegawai Bank Mandiri Taspen ke penyidikan
15 July 2026 15:43 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemprov Kepri: Pengaduan warga di SP4N-LAPOR didominasi masalah pendidikan dan kesehatan
16 September 2026 15:18 WIB