Batam (ANTARA Kepri) - Produk sayur-mayur impor asal India, China, Sungapura, dan negara Asia lain masih membanjiri pasar tradisonal di Batam, meski kualitasnya dinilai pedagang masih di bawah hasil dar dalam negeri.
"Walaupun produk impor membanjiri Batam, namun sebenarnya dari segi kualitas masih kalah dengan sayur-mayur lokal," kata pedagang di Pasar Tos 3000 Jodoh, Batam, Supardi, Senin.
Ia mengatakan, sayur impor laku karena harganya yang jauh lebih murah bila dibandingkan harga sayur-mayur lokal seperti wortel, bawang merah, bawang putih, kentang yang sebagian besar didatangkan dari Jawa dan Sumatra daratan.
"Harganya rata-rata hanya separuh dari sayur-mayur yang sama dari dalam negeri. Bagi sebagian besar masyarakat yang tidak paham akan memilih sayur impor," ucapnya.
Supardi mengatakan di tingkat pedagang, wortel impor dijual seharga Rp8.000/kg, bawang merah Rp6.000/kg, bawang putih Rp5.000, bawang bombay China Rp6.000/kg, bawang bombay India Rp8.000/kg dan brokoli Rp22.000/kg.
Sementara produk dalam negeri seperti bawang merah dijual dengan harga Rp12.000/kg dan bawang putih Rp10.000/kg. Harga sayur impor pun kerap fluktuatif dipicu oleh jumlah pasokan dari dalam negeri.
"Harga barang impor akan naik bila pasokan dalam negeri terhambat," katanya.
Salah satu agen sayur di pasar yang sama, Dedi, mengungkapkan sayur impor masih bertahan lantaran harganya yang murah dan pembelinya rata-rata adalah pihak jasa katering, sektor rumah tangga hanya sebagian kecil.
Batam, menurutnya sangat ketergantungan dengan sayur impor karena wilayahnya yang berada di perbatasan sehingga pasokan dalam negeri kerap terhambat akibat cuaca serta jauhnya jangkauan daerah asal pemasok sayur-mayur.
"Khusus Batam sepertinya tidak bisa lepas dariketergantungan barang impor, karena pasokan dari dalam negeri sering mengalami keterlambatan. Sementara produksi lokal Batam dan wilayah sekitar sangat minim," kata Dedi.
Salah satu cara mengurangi ketergantungan, kata dia, hanya dengan menggenjot produksi lokal Batam.
(pso-292/A013)
Sayur-Mayur Impor Masih Banjiri Batam
Senin, 26 Desember 2011 12:29 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Trump ancam negara yang tak dukung AS caplok Greenland bisa kena tarif tambahan
17 January 2026 13:10 WIB
China akan hentikan impor hasil laut Jepang akibat ketegangan kedua negara
19 November 2025 16:07 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Di Tanjungpinang, Kepala BPS RI ajak pemda se-Kepri sukseskan sensus ekonomi 2026
31 January 2026 19:25 WIB