Dinas Kesehatan Tanjungpinang sisir anak belum vaksinasi polio
Kamis, 22 Agustus 2024 17:47 WIB
Kepala Dinkes Kota Tanjungpinang Rustam. (ANTARA/Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tengah menyisir (sweeping) anak yang belum divaksinasi polio, khususnya di sekolah dan posyandu daerah setempat.
Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam mengatakan penyisiran warga yang belum divaksinasi polio tersebut merupakan arahan dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat evaluasi pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2024 di Posyandu Harum Jaya, Tanjungpinang, Kamis.
"Jadi, sekarang kita lagi menyisir anak yang belum divaksinasi Polio, khususnya beberapa sekolah dan posyandu," ujar Rustam.
Dia mengaku sudah mengidentifikasi sekolah mana saja yang peserta didiknya belum divaksinasi polio. Selain itu, pihaknya juga sudah mengidentifikasi warga yang menolak anaknya divaksinasi polio. Berdasarkan catatan Dinkes Tanjungpinang belasan warga yang menolak anaknya divaksinasi.
Baca juga: Imigrasi Batam amankan dua buronan asal Filipina
Untuk meyakinkan orang tua, pihaknya akan datang langsung dari rumah ke rumah.
"Kita yakinkan kembali agar orang tua mau anaknya divaksinasi polio. Kita sisir supaya semua divaksinasi," ujar Rustam.
Ia menyampaikan bahwa alasan warga menolak kemungkinan karena tidak mendapatkan informasi yang baik mengenai vaksinasi polio.
Padahal, vaksin polio ini aman dan sudah puluhan ribu anak diberikan vaksin polio tanpa ditemukan adanya kejadian buruk pasca imunisasi tersebut.
Oleh karenanya, Rustam mengajak para orang tua datang ke posyandu membawa anak untuk divaksinasi polio.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan berikan santunan kepada ahli waris nelayan
"Polio itu tidak bisa diobati, tapi bisa dicegah melalui vaksin polio," ucap dia.
Rustam menambahkan hingga saat ini capaian vaksinasi polio tahap pertama di Tanjungpinang mencapai 76,4 persen atau sekitar 23 ribu lebih anak dari target 30 ribu lebih anak.
Sementara vaksinasi polio tahap kedua sebanyak 49 persen atau 14 ribu lebih anak sejak tanggal 10-22 Agustus 2024.
"Target kita, cakupan vaksinasi polio sebesar 95 persen guna membentuk kekebalan kelompok sehingga virus polio tidak menyebar luas," demikian Rustam.
Baca juga:
PSDKP melepasliarkan 695.500 ekor benih lobster di perairan Batam
PSDKP dan BC gagalkan penyelundupan 795 ribu benih lobster di perairan Batam
Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam mengatakan penyisiran warga yang belum divaksinasi polio tersebut merupakan arahan dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat evaluasi pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2024 di Posyandu Harum Jaya, Tanjungpinang, Kamis.
"Jadi, sekarang kita lagi menyisir anak yang belum divaksinasi Polio, khususnya beberapa sekolah dan posyandu," ujar Rustam.
Dia mengaku sudah mengidentifikasi sekolah mana saja yang peserta didiknya belum divaksinasi polio. Selain itu, pihaknya juga sudah mengidentifikasi warga yang menolak anaknya divaksinasi polio. Berdasarkan catatan Dinkes Tanjungpinang belasan warga yang menolak anaknya divaksinasi.
Baca juga: Imigrasi Batam amankan dua buronan asal Filipina
Untuk meyakinkan orang tua, pihaknya akan datang langsung dari rumah ke rumah.
"Kita yakinkan kembali agar orang tua mau anaknya divaksinasi polio. Kita sisir supaya semua divaksinasi," ujar Rustam.
Ia menyampaikan bahwa alasan warga menolak kemungkinan karena tidak mendapatkan informasi yang baik mengenai vaksinasi polio.
Padahal, vaksin polio ini aman dan sudah puluhan ribu anak diberikan vaksin polio tanpa ditemukan adanya kejadian buruk pasca imunisasi tersebut.
Oleh karenanya, Rustam mengajak para orang tua datang ke posyandu membawa anak untuk divaksinasi polio.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan berikan santunan kepada ahli waris nelayan
"Polio itu tidak bisa diobati, tapi bisa dicegah melalui vaksin polio," ucap dia.
Rustam menambahkan hingga saat ini capaian vaksinasi polio tahap pertama di Tanjungpinang mencapai 76,4 persen atau sekitar 23 ribu lebih anak dari target 30 ribu lebih anak.
Sementara vaksinasi polio tahap kedua sebanyak 49 persen atau 14 ribu lebih anak sejak tanggal 10-22 Agustus 2024.
"Target kita, cakupan vaksinasi polio sebesar 95 persen guna membentuk kekebalan kelompok sehingga virus polio tidak menyebar luas," demikian Rustam.
Baca juga:
PSDKP melepasliarkan 695.500 ekor benih lobster di perairan Batam
PSDKP dan BC gagalkan penyelundupan 795 ribu benih lobster di perairan Batam
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Natuna mulai suntikkan vaksin polio dan meningitis ke jamaah calon haji
19 April 2025 13:39 WIB, 2025
Pemkab Natuna: Calon haji wajib vaksin polio dan meningitis sebelum ke Tanah Suci
11 April 2025 14:19 WIB, 2025
Gaza luncurkan kampanye vaksinasi polio skala besar targetkan 600 ribu anak
23 February 2025 5:25 WIB, 2025
Sebanyak 104.877 anak di Batam diimunisasi polio pada PIN tahap II
04 September 2024 17:13 WIB, 2024
Kementerian Kesehatan Palestina catat kasus pertama polio di Gaza selatan
17 August 2024 8:55 WIB, 2024