Karimun (ANTARA Kepri) - Lahan untuk penanaman padi ladang yang merupakan proyek percontohan di Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, diperluas dari 60 hektare pada 2011 menjadi 110 hektare pada 2012.
"Tahun ini lahan garapan kelompok tani padi ladang di Teluk Radang diperluas menjadi 110 hektare, dari sebelumnya yang hanya 60 hektare. Penanamannya dimulai hari ini, yang diresmikan Bupati Karimun Nurdin Basirun," kata Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Karimun Amran Syahidid, di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.
Amran mengatakan luas lahan yang ditanam itu masih dikelola kelompok tani yang sama seperti tahun lalu, yaitu sebanyak tiga kelompok yang beranggotakan 200 petani.
"Perluasan areal penanaman padi ladang dengan varietas Ceko dan Korea terus dilakukan untuk mewujudkan Pulau Kundur sebagai sentra pertanian. Ke depan, kami berharap kebutuhan beras tidak lagi bergantung penuh pada beras dari daerah lain," ucapnya.
Menurut dia, total luas lahan yang diproyeksikan sebagai areal pertanian padi ladang di Teluk Radang mencapai 270 hektare yang penggarapannya dilakukan secara bertahap.
"Saat ini sekitar 50 hektare lahan di Teluk Radang juga sudah siap untuk ditanam. Kami berharap penanamannya mulai dilakukan pada musim tanam kedua," katanya.
Selain perluasan areal tanam di Teluk Radang, menurut Amran pada tahun ini proyek yang sama juga diperluas ke Kecamatan Buru.
"Di Buru terdapat sekitar 90 hektare yang memasuki masa tanam," katanya.
Mengenai benih, menurut dia sepenuhnya dibantu pemerintah, setelah sebelumnya petani juga mendapat bantuan berupa mesin penggilingan padi.
"Pembinaan juga terus dilakukan agar petani mampu menggarap lahannya yang sebelumnya merupakan lahan kosong," ucapnya.
Ia mengatakan salah satu kendala penanaman padi ladang di daerah tersebut adalah faktor cuaca. Musim tanam yang seharusnya dimulai bulan kemarin tertunda akibat tingginya curah hujan sehingga memicu banjir.
"Setiap tahun masa tanam padi ladang sebanyak dua kali. Namun, kalau cuaca tidak bagus bisa tertunda," ucapnya.
Petani juga masih dihadapkan pada kendala hama "elminfosforium" yang rentan terhadap padi varietas Ceko atau Korea. Untuk mengantisipasi hama tersebut, pihaknya mengintensifkan penyemprotan fungisida jenis DT45.
Tahun lalu panen di lahan seluas 60 hektare diperoleh hasil sekitar 5,3 ton per hektare berupa gabah kering.
Hasil panen sebanyak itu meleset dari perkiraan sebanyak 6,5 ton akibat terserang hama elminfosforium.
"Panen tahun lalu belum maksimal karena hama 'elminfosforium'. Tahun ini kita sudah mengantisipasinya dengan penyemprotan DT45," katanya.
(KR-RDT/M008)
Lahan Tanam Padi Percontohan Karimun Diperluas
Sabtu, 17 Maret 2012 18:29 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Natuna berhasil melampaui target nasional luas tanam padi hingga 7,8 ha
17 December 2025 5:15 WIB
Kurangi ketergantungan, Gubernur Kepri ajak warga tanam cabai dan sayur di pekarangan rumah
11 December 2025 6:31 WIB
DLH Natuna tanam pohon jenis peneduh & buah di kawasan perumahan program PPKT
05 December 2025 12:47 WIB
Pelni jaga kelestarian laut, tanam 3.000 bibit lamun di perairan Tanjungpinang
15 November 2025 4:57 WIB