Natuna, Kepri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna Provinsi Kepulauan Riau mencatat realisasi luas tambah tanam (LTT) padi tahun 2025 mencapai 102,25 hektare (ha) dari target sebesar 86,96 ha atau 15,29 ha di atas target.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Wan Syazali di Natuna, Rabu, mengatakan dari total luas tanam tersebut telah dihasilkan gabah kering panen sebanyak 194,29 ton.
Data tersebut merupakan akumulasi produksi hingga November 2025, sementara hasil panen pada Desember masih dalam tahap pendataan.
Baca juga: Natuna berhasil tanam dan panen padi gogo di Desa Sebadai Ulu
Menurut dia, selain melampaui target provinsi, luas tanam tersebut jauh melampaui target nasional yang hanya 65 hektare atau melebihi sekitar 37 hektare.
“Produksi gabah 194,29 ton itu baru data sampai November. Untuk Desember belum kami rekap,” ucap dia.
Ia menjelaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten.
Selain itu, keseriusan dan semangat petani juga menjadi faktor utama keberhasilan pencapaian target tersebut.
Baca juga: Pemkab Natuna imbau SPPG serap hasil pertanian lokal
Pemerintah dari berbagai jenjang, lanjut dia, memberikan dorongan melalui sejumlah program, antara lain bantuan benih unggul, pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian, sumur bor atau jaringan irigasi air tanah (JIAT), irigasi pembuangan pertanian, normalisasi sungai serta edukasi dan pendampingan teknis kepada petani.
“Bantuan dari pemerintah cukup lengkap. Untuk pupuk, misalnya, tersedia pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat, dan pemerintah daerah juga ikut memberikan dukungan,” katanya.
Selain komoditas padi, Wan Syazali menambahkan, sektor tanaman pangan lainnya dan hortikultura di Kabupaten Natuna juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif sepanjang 2025.
Baca juga: Pembangunan 3 Kampung Nelayan rampung pada akhir Januari 2026
Jika dibandingkan dengan capaian produksi pada 2024, peningkatan produksi pertanian di Natuna diperkirakan meningkat lebih dari 20 persen.
“Produksi pertanian 2025 meningkat cukup signifikan. Dorongan pemerintah melalui berbagai bantuan tersebut membuat petani semakin termotivasi dan bersemangat dalam mengelola lahan pertanian,” katanya.
Baca juga: BI Kepri catat kenaikan harga komoditas dorong inflasi Desember 2025

Komentar