Natuna (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan pembelajaran di sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) saat Pesantren Ramadhan 1446 Hijriah difokuskan pada penguatan nilai-nilai agama Islam.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Sutomo di Natuna, Rabu, mengatakan nilai-nilai yang ditekankan mencakup keimanan, ibadah, Al Quran, akhlak, dan muamalah.

Ia menjelaskan tujuan Pesantren Ramadhan meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, sehingga mereka dapat menjadi individu Muslim yang beriman, bertaqwa kepada Allah, serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Selain itu, katanya, memperdalam, memantapkan, dan meningkatkan penghayatan ajaran Islam, khususnya dalam aspek keimanan, ibadah, akhlak, dan Al Quran.

Peserta didik diharapkan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari guna membentuk mental spiritual yang tangguh, kokoh, serta mampu menghadapi berbagai tantangan, baik dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

"Pada bulan Ramadhan nanti, kegiatan akan diawali dengan Pesantren Ramadhan terlebih dahulu," ucap dia.

Pesantren Ramadhan ini diperuntukkan siswa kelas X dan XI selama lima hari, yaitu pada hari belajar efektif mulai 6-12 Maret 2025, sedangkan siswa kelas XII fokus ujian akhir sekolah.

"Selesai Pesantren Ramadhan, pembelajaran akan kembali berjalan seperti biasa," ujar dia.

Dia mengatakan seluruh SLTA tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadhan, yang dimulai pada 13-25 Maret 2025, namun durasi setiap jam pelajaran dikurangi dari 45 menjadi 35 menit. Kebijakan ini agar siswa tidak merasa terbebani saat menjalani ibadah puasa.

"Pembelajaran tetap berlangsung secara full day, namun durasi yang dikurangi sekitar 10 menit," ucap dia.


Pewarta : Muhamad Nurman
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2025