Politeknik Maritim Natuna Perdana di Indonesia
Jumat, 24 Agustus 2012 23:47 WIB
Penandatangan MoU antara Ketua Yayasan Bakti Negeri Di Ujung Utara, Rodhial Huda dan Direktur PT. Nagayasa Raharja, Edy Sutijono, ST. MM sebagai konsultasi asistensi terkait pendirian Politeknik Maritim Natuna disaksikan Bupati Natuna, Ilyas Sabli, K
Natuna (ANTARA Kepri) - Ketua Yayasan Bakti Negeri Di Ujung Utara Rodhial Huda mengatakan bahwa Politeknik Maritim Natuna merupakan lembaga pendidikan maritim perdana di Indonesia yang mencetak sumber daya manusia handal di lini terdepan.
"Untuk tahap awal kita akan menawarkan tiga jurusan dari sembilan yang direncanakan," ungkapnya, usai penandatangan MoU antara Yayasan Bakti Negeri Di Ujung Negeri dan PT Nagayasa Raharja, Jumat di Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.
Sebagai politeknik maritim yang merupakan lembaga politeknik perdana di Indonesia, tahap awal menawarkan tiga jurusan antara lain, pariwisata bahari, perikanan kelautan dan teknologi maritim.
"Kita merujuk kepada sain terapan yang berdasarkan pada lokal kultur, yakni Natuna sebagai sebuah kawasan kelautan dengan segala potensi bahari," urainya.
Sehingga, ia mengaku akan mendesain kampus yang berbeda dibandingkan kampus yang pernah ada. "Kampus sekaligus tempat praktek ilmu yang dipelajari," tegasnya.
Dia mencontohkan, untuk jurusan pariwisata bahari akan memiliki kampus layaknya sebuah hotel. "Kampus sekaligus hotel, dimana mahasiswa belajar dan langsung bekerja atau mempraktekkan teori yang diperoleh dibangku kuliah," ulasnya.
Bukan itu saja, lanjutnya mahasiswa juga akan langsung memperoleh gaji.
"Namun, tentunya sesuai dengan standar sebagai mahasiswa," jelasnya sambil menyebutkan bahwa setiap tahun kapal pesiar Ocean Cruse yang selalu datang ke Natuna, tepatnya di Pulau Tiga dan Tanjung Kumbi, Natuna.
Sementara, jurusan perikanan dan kelautan melalui pengetahuan salah satunya alat pengembangan pembudidayaan yang saat ini ada di Pulau Tiga, yakni keramba apung.
"Jurusan teknologi maritim sendiri sebagai contoh bagaimana pembuatan kapal kayu dan lainnya dan perusahaan galangan kapal sendiri sudah ada yang bersedia membantu," tutur mantan kapten kapal ini.
Rodhial yang juga mantan Angkatan Laut (AL) ini terkait bangunan kampus mengharapkan lahan tempat kampus berdirinya politeknik maritim betul-betul sesuai dengan penerapan jurusan yang ada.
"Namun, dalam masterplan pengembangan Kabupaten Natuna sendiri sebenarnya sudah dicanangkan lokasi yang berada di kawasan gerbang utara," ujarnya.
Namun, bagi putra Natuna yang mengundurkan diri sebagai Ketua Partai Hanura dengan alasan fokus untuk mewujudkan Politeknik Maritim Natuna ini menyerahkan sepenuhnya ke Pemkab Natuna.
"Saya rasa dukungan yang diberikan Pemkab hari ini sudah terbukti, tentunya demikian juga untuk lahan di mana kampus yang akan menjadi kebanggaan negeri dalam mencetak SDM yang handal di bidang maritim," tandasnya.
(RST/E001)
Editor: Rusdianto
"Untuk tahap awal kita akan menawarkan tiga jurusan dari sembilan yang direncanakan," ungkapnya, usai penandatangan MoU antara Yayasan Bakti Negeri Di Ujung Negeri dan PT Nagayasa Raharja, Jumat di Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.
Sebagai politeknik maritim yang merupakan lembaga politeknik perdana di Indonesia, tahap awal menawarkan tiga jurusan antara lain, pariwisata bahari, perikanan kelautan dan teknologi maritim.
"Kita merujuk kepada sain terapan yang berdasarkan pada lokal kultur, yakni Natuna sebagai sebuah kawasan kelautan dengan segala potensi bahari," urainya.
Sehingga, ia mengaku akan mendesain kampus yang berbeda dibandingkan kampus yang pernah ada. "Kampus sekaligus tempat praktek ilmu yang dipelajari," tegasnya.
Dia mencontohkan, untuk jurusan pariwisata bahari akan memiliki kampus layaknya sebuah hotel. "Kampus sekaligus hotel, dimana mahasiswa belajar dan langsung bekerja atau mempraktekkan teori yang diperoleh dibangku kuliah," ulasnya.
Bukan itu saja, lanjutnya mahasiswa juga akan langsung memperoleh gaji.
"Namun, tentunya sesuai dengan standar sebagai mahasiswa," jelasnya sambil menyebutkan bahwa setiap tahun kapal pesiar Ocean Cruse yang selalu datang ke Natuna, tepatnya di Pulau Tiga dan Tanjung Kumbi, Natuna.
Sementara, jurusan perikanan dan kelautan melalui pengetahuan salah satunya alat pengembangan pembudidayaan yang saat ini ada di Pulau Tiga, yakni keramba apung.
"Jurusan teknologi maritim sendiri sebagai contoh bagaimana pembuatan kapal kayu dan lainnya dan perusahaan galangan kapal sendiri sudah ada yang bersedia membantu," tutur mantan kapten kapal ini.
Rodhial yang juga mantan Angkatan Laut (AL) ini terkait bangunan kampus mengharapkan lahan tempat kampus berdirinya politeknik maritim betul-betul sesuai dengan penerapan jurusan yang ada.
"Namun, dalam masterplan pengembangan Kabupaten Natuna sendiri sebenarnya sudah dicanangkan lokasi yang berada di kawasan gerbang utara," ujarnya.
Namun, bagi putra Natuna yang mengundurkan diri sebagai Ketua Partai Hanura dengan alasan fokus untuk mewujudkan Politeknik Maritim Natuna ini menyerahkan sepenuhnya ke Pemkab Natuna.
"Saya rasa dukungan yang diberikan Pemkab hari ini sudah terbukti, tentunya demikian juga untuk lahan di mana kampus yang akan menjadi kebanggaan negeri dalam mencetak SDM yang handal di bidang maritim," tandasnya.
(RST/E001)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsel dan Politeknik Negeri Batam kerja sama strategis dorong pengembangan SDM di era digital
16 October 2025 11:12 WIB
Pemkab Natuna dapat kuota beasiswa untuk putra daerah di Politeknik Batam
11 May 2025 18:43 WIB, 2025
Politeknik Batam salurkan 90 teknisi pesawat tiap tahun untuk kebutuhan MRO
09 January 2025 17:57 WIB, 2025
Lapas Kelas IIA Batam, latih warga binaan keterampilan barista dan bartender
12 October 2024 18:41 WIB, 2024
Enam anak asli Natuna lulus di perguruan tinggi kedinasan Indonesia
25 September 2024 18:46 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG akhiri peringatan dini tsunami pascagempa 7,7 magnitudo di Laut Sulawesi
08 June 2026 12:43 WIB