Politisi Golkar Perjuangkan Pemekaran Natuna Selatan
Rabu, 29 Agustus 2012 7:07 WIB
Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Dua politisi Partai Golkar yang duduk di DPRD Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Hadi Candra dan Mustamin Bakri memperjuangkan pembentukan dua kabupaten baru di daerah tersebut.
"Pemekaran Natuna bukan keinginan politik, melainkan murni aspirasi masyarakat," kata Hadi Candra yang menjabat Ketua DPRD Natuna, di Tanjungpinang, Rabu.
Hadi mengatakan, perjuangan untuk membentuk Kabupaten Kepulauan Natuna Selatan dan Kepulauan Natuna Barat dilakukan sejak satu tahun yang lalu. Wilayah Natuna Selatan yang diusulkan mencakup empat kecamatan yaitu Serasan, Serasan Timur, Midai dan Subi.
"Sementara satu kecamatan lagi yang akan bergabung dengan Natuna Selatan masih dalam pembahasan," ujarnya.
Hari ini beberapa anggota tim yang memperjuangan pembentukan Kabupaten Kepulauan Natuna Selatan dan Natuna Selatan ke Tanjungpinang untuk meminta dukungan dan rekomendasi dari DPRD Kepulauan Riau.
"Pertemuan kami dengan DPRD Kepri sudah dilaksanakan beberapa kali. Kami minta dukungan dari mereka untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.
Sementara Mustamin Bakri yang menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Natuna, mengatakan, kawasan Kabupaten Kepulauan Natuna Barat yang diusulkan mencakup Kecamatan Bunguran Barat, Bunguran utara, Pulau Laut dan Pulau Tiga. Sementara dua kecamatan lagi yang akan bergabung di dalam kawasan Natuna Barat yaitu Batubi dan Pulau Tiga Barat masih dibahas.
"Saya yang memimpin perjuangan ini berdasarkan aspirasi masyarakat Natuna," katanya.
Menurut dia, Pemerintah Natuna belum merespons rencana pembentukan Kabupaten Kepulauan Natuna Selatan dan Natuna Barat. Kemungkinan pemerintah merasa khawatir dana bagi hasil migas berkurang jika Kabupaten Kepulauan Natuna Selatan dan Natuna Barat terbentuk.
"Natuna bergantung pada dana bagi hasil migas. Tahun ini dana dagi hasil migas yang diberikan pusat sekitar Rp630 miliar," ujarnya.
Ia mengatakan, alasan pemekaran Natuna adalah untuk menjaga kawasan perbatasan Indonesia. Rentang kendali yang jauh dan sulit dapat mengancam kedaulatan NKRI, karena itu Natuna perlu dimekarkan.
"Alasan pemekaran yang paling utama adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kawasan perbatasan," katanya. (NP/H-KWR)
Editor: Rusdianto
"Pemekaran Natuna bukan keinginan politik, melainkan murni aspirasi masyarakat," kata Hadi Candra yang menjabat Ketua DPRD Natuna, di Tanjungpinang, Rabu.
Hadi mengatakan, perjuangan untuk membentuk Kabupaten Kepulauan Natuna Selatan dan Kepulauan Natuna Barat dilakukan sejak satu tahun yang lalu. Wilayah Natuna Selatan yang diusulkan mencakup empat kecamatan yaitu Serasan, Serasan Timur, Midai dan Subi.
"Sementara satu kecamatan lagi yang akan bergabung dengan Natuna Selatan masih dalam pembahasan," ujarnya.
Hari ini beberapa anggota tim yang memperjuangan pembentukan Kabupaten Kepulauan Natuna Selatan dan Natuna Selatan ke Tanjungpinang untuk meminta dukungan dan rekomendasi dari DPRD Kepulauan Riau.
"Pertemuan kami dengan DPRD Kepri sudah dilaksanakan beberapa kali. Kami minta dukungan dari mereka untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.
Sementara Mustamin Bakri yang menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Natuna, mengatakan, kawasan Kabupaten Kepulauan Natuna Barat yang diusulkan mencakup Kecamatan Bunguran Barat, Bunguran utara, Pulau Laut dan Pulau Tiga. Sementara dua kecamatan lagi yang akan bergabung di dalam kawasan Natuna Barat yaitu Batubi dan Pulau Tiga Barat masih dibahas.
"Saya yang memimpin perjuangan ini berdasarkan aspirasi masyarakat Natuna," katanya.
Menurut dia, Pemerintah Natuna belum merespons rencana pembentukan Kabupaten Kepulauan Natuna Selatan dan Natuna Barat. Kemungkinan pemerintah merasa khawatir dana bagi hasil migas berkurang jika Kabupaten Kepulauan Natuna Selatan dan Natuna Barat terbentuk.
"Natuna bergantung pada dana bagi hasil migas. Tahun ini dana dagi hasil migas yang diberikan pusat sekitar Rp630 miliar," ujarnya.
Ia mengatakan, alasan pemekaran Natuna adalah untuk menjaga kawasan perbatasan Indonesia. Rentang kendali yang jauh dan sulit dapat mengancam kedaulatan NKRI, karena itu Natuna perlu dimekarkan.
"Alasan pemekaran yang paling utama adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kawasan perbatasan," katanya. (NP/H-KWR)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Idrus Marham sebut ada pihak ingin adu domba Golkar-Gerindra terkait isu LPG 3 kg
08 February 2025 8:56 WIB
Bahlil umumkan susunan lengkap pengurus Golkar, tidak ada nama Jokowi
07 November 2024 19:03 WIB, 2024
KPU Kepri sebut lima parpol bisa ajukan calon kepala daerah tanpa koalisi
27 August 2024 8:34 WIB, 2024
Airlangga dan Agus Gumiwang sindir Bahlil jadi Ketum Golkar selanjutnya
19 August 2024 11:55 WIB, 2024
Agus Gumiwang terpilih jadi Plt Ketum Golkar, begini tanggapan Bamsoet
14 August 2024 10:06 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
AS izinkan transaksi pengeboran, ekspor, hingga jual beli minyak Venezuela
30 January 2026 12:23 WIB
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB