Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan aksi nyata guna mengurangi sampah plastik melalui kegiatan gotong-royong memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang.
"Kegiatan ini tidak sekadar simbolik, tetapi menjadi aksi nyata melawan ancaman yang mengintai, yakni sampah plastik," kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat memimpin aksi gotong-royong di Pulau Penyengat, Kamis.
Kegiatan bersih-bersih tersebut melibatkan masyarakat, Pemkot Tanjungpinang, forkopimda, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, serta mahasiswa, dengan mengusung tema global “Hentikan Polusi Plastik”.
Baca juga: Pemkab Natuna restorasi empat keris temuan untuk jadi koleksi museum
Gubernur Ansar bersama warga turut membersihkan sampah plastik di sepanjang jalan menuju Balai Adat Pulau Penyengat. Menurut dia menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Ia menyampaikan saat ini sampah plastik menjadi jenis sampah terbanyak kedua di Kepri setelah sampah organik. Jumlahnya mencapai 20 persen di wilayah laut Kepri. Ini menjadi alarm bagi semua pihak, di mana sebagai wilayah kepulauan dengan akses laut yang terbuka, Kepri sangat rentan terhadap pencemaran.
"Oleh karena itu, saya minta seluruh kabupaten/kota menggerakkan aksi bersama menjaga laut dan daratan kita dari sampah,” ujar Ansar.
Ia turut memaparkan dari data tahun 2024, di mana timbulan sampah di Kepri mencapai 157.340 ton. Dari jumlah itu, baru 62,06 persen atau 97.637 ton yang terkelola, sementara 33 persen atau sekitar 51.939 ton lainnya belum tertangani dengan baik.
Baca juga: BPS dan BP Batam kerja sama hasilkan data ekonomi akurat dan berkualitas
Kondisi tersebut, lanjut dia, berpotensi mencemari lingkungan melalui pembuangan liar dan pembakaran terbuka (open burning).
Gubernur Ansar juga menekankan pentingnya edukasi dan pembinaan masyarakat agar menciptakan budaya bersih dan cinta lingkungan.
“Apalagi Penyengat ini sudah jadi ikon besar Kepri yang terus kita benahi dan percantik agar menjadi magnet wisata. Tapi semua itu harus didukung dengan lingkungan yang bersih dan tertata,” ucapnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup masing-masing, bukan hanya saat gotong-royong.
“Bila setiap warga menjaga kebersihan, wisatawan akan datang dengan kesan positif dan kembali membawa lebih banyak orang ke Penyengat,” kata Ansar.
Baca juga:
Kemenag sebut 494 hewan akan dikurban di Natuna pada Idul Adha 1446 Hijriah
Pemkot Tanjungpinang pinjam uang ke bank untuk bayar TPP ASN