Padang (ANTARA) - Petugas Pos Gunung Api (PGA) melaporkan ketinggian kolom abu vulkanik erupsi Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 1.200 meter.

"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 10.42 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak," kata petugas PGA Gunung Marapi Teguh Purnomo di Padang, Rabu.

Berdasarkan data PGA kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,5 milimeter, serta berdurasi sekitar 47 detik.

"Erupsi masih berlangsung saat laporan ini dibuat," tambah Teguh.

Untuk diketahui, saat ini Gunung Marapi berstatus Waspada atau Level II. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi, antara lain melarang masyarakat, wisatawan, atau pengunjung berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

PVMBG juga mengingatkan ancaman potensi lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api.

Kondisi tersebut terutama saat terjadi hujan atau musim hujan. Kemudian, kata dia, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan.

Tidak hanya itu, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).

Baca selanjutnya,
Edukasi Gunung Marapi...


Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat (Sumbar), membekali sejumlah guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK) Canduang dan X Koto, Kabupaten Agam membuat materi ajar edukatif yang digunakan sebagai media mengurangi risiko dampak erupsi Gunung Marapi kepada anak usia dini.

"Para guru taman kanak-kanak ini diberikan pendampingan pembuatan media Hologram 3D Mitigasi bencana dalam upaya mengurangi dampak risiko bencana Gunung Marapi terhadap anak usia dini," kata Ketua Pelaksana Tim Pengabdian UNP Vivi Anggraini di Padang, Senin.

Pendampingan dan pelatihan materi ajar edukatif tersebut ditujukan kepada guru IGTK Canduang dan X Koto Kabupaten Agam. Pemilihan guru di daerah ini mengingat keberadaan Gunung Marapi yang kerap meletus sejak dua tahun terakhir serta membawa dampak ke sejumlah daerah sekitar.

Dengan memberikan pelatihan atau bahan ajar edukatif tersebut, kata dia, diharapkan para guru TK  bisa mempraktikkannya kepada anak usia dini sehingga bisa mengurangi dampak risiko bencana alam, terutama letusan gunung api 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.

Vivi mengatakan pembekalan bagi guru TK itu merupakan bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat, khususnya di daerah terdampak bencana erupsi Gunung Marapi. Media permainan yang dibuat dinamai Hologram 3D Mitigasi.

"Tujuannya agar para guru menggunakan media hologram mitigasi bencana kepada anak usia dini di sekitar lokasi terdampak bencana erupsi," ujarnya.

Hologram 3D Mitigasi Bencana merupakan serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, baik lewat pembangunan fisik maupun penyadartahuan serta peningkatan kemampuan dalam menghadapi ancaman bencana alam.

"Kami mengedukasi bentuk tampilan, cara bermain, serta manfaatnya agar bisa dirasakan juga oleh anak usia dini. Harapannya ketika terjadi bencana, anak sudah paham apa yang pertama kali harus dilakukan dan apa saja yang tidak boleh anak lakukan," jelasnya.

Tambahan informasi, sejak erupsi besar Gunung Marapi pada 3 Desember 2023 hingga kini gunung api yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar tersebut terus mengalami erupsi secara tidak kontinu.

Teranyar, Gunung Marapi meletus pada Minggu (6/7/2025) siang pukul 13.59 WIB. Pos Gunung Api (PGA) Bukittinggi setempat mencatat erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30,1 milimeter serta berdurasi sekitar 46 detik.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PGA laporkan ketinggian kolom abu erupsi Marapi mencapai 1.200 meter

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026