Batam (ANTARA) - Direktur Jenderal Bea Cukai (Dirjen BC) Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama mengatakan pihaknya terus melanjutkan operasi pengawasan wilayah Indonesia melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Penyelundupan.
Dirjen Bea Cukai resmi menutup operasi patroli laut terpadu Jaring Sriwijaya dan Jaring Walacea semester I tahun 2025 di Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Kepri di Tanjung Balai Karimun, Selasa.
"Satgas ini merupakan bentuk penguatan strategi nasional dalam menghadapi penyelundupan yang kian kompleks, melalui sinergi dan kolaborasi antarunit kerja Bea Cukai, seluruh aparat penegak hukum, dan instansi teknis terkait," kata Djaka di Karimun, Selasa.
Baca juga: KJRI Johor Bahru fasilitasi pemulangan 3.585 orang PMI hingga Juli 2025
Operasi patroli laut terpadu Jaring Sriwijaya dan Jaring Walacea yang berlangsung selama dua bulan 1 Mei sampai dengan 7 Juli 2025 menunjukkan efektivitas dengan melakukan 14.657 penindakan secara nasional dengan nilai barang mencapai Rp4,3 triliun.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Satuan Tugas Patroli Laut Bea Cukai beserta seluruh pihak seperti TNI, Polri, dan kementerian/lembaga terkait yang mendukung pelaksanaan operasi sehingga dapat berjalan dengan maksimal," ujarnya.
Terkait Satgas Pemberantasan Penyelundupan, kata Djaka, merupakan bentuk penguatan strategi nasional dalam menghadapi penyelundupan yang kian kompleks, melalui sinergi dan kolaborasi antarunit kerja Bea Cukai, seluruh aparat penegak hukum, dan instansi teknis terkait.
Baca juga: Disdamkarmat Natuna imbau warga tak buka lahan dengan membakar
Dia menyebut, sejak dibentuk awal Juli, Satgas Pemberantasan Penyeludupan telah melaksanakan 1.645 penindakan, termasuk penggagalan penyeludupan 2.500 karton atau 23 juta batang rokok ilegal oleh dua HSC di Perairan Pulau Pendamaran, bagan Siapi-api.
"Pembentukan satgas ini adalah wujud komitmen kami untuk menjaga wilayah kedaulatan maritim Indonesia secara berkelanjutan, dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor," katanya menegaskan.
Djaka berharap seluruh kegiatan pengawasan ini dapat mengamankan penerimaan negara secara optimal, menutup kebocoran-kebocoran fiskal, serta mendukung pencapaian program strategis nasional dan visi Presiden seperti yang tertuang dalam Astacita.
Baca juga:
PT Pos imbau penerima BSU di Natuna segera cairkan bantuan
Pemkab Natuna dan Kemen PU berbagi pendanaan dalam penataan Pantai Piwang
Bea Cukai bentuk Satgas Pemberantasan Penyelundupan
Direktur Jenderal Bea Cukai (Dirjen BC) Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama (tengah) usai menutup Operasi Patroli Terpadu Jaring Sriwijaya dan Jaring Walacea di PSO Bea Cukai Kepri, Tanjung Balai Karimun, Selasa (29/7/2025). ANTARA/Laily Rahmawaty.
Direktur Jenderal Bea Cukai (Dirjen BC) Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama (tengah) usai menutup Operasi Patroli Terpadu Jaring Sriwijaya dan Jaring Walacea di PSO Bea Cukai Kepri, Tanjung Balai Karimun, Selasa (29/7/2025). ANTARA/Laily Rahmawaty.