Desa Natal Singapura Sediakan Asesoris Asli Eropa
Selasa, 4 Desember 2012 19:18 WIB
Seorang anak di tempat kerja Santa Klaus, Singapura. (Foto kepriantaranwes.com/ dokumentasi penyelenggara)
Batam (ANTARA Kepri) - Desa Natal, sebuah pusat pelancongan temporer di Singapura menyediakan asesoris asli buatan Eropa untuk dibeli pengunjung pada liburan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013.
Desa Natal atau Christmas Village di kawasan Singapore Flyer, Marina, berlangsung sejak 17 November hingga 1 Januari tahun depan dengan suasana yang dirancang bangun mirip dengan sebuah desa natal ala negeri Eropa, kata David Lim, Christmas Village Project-Chief Executive Officer, di Singapura, Selasa.
"Christmas Village, kami desain layaknya sebuah desa natal dengan segala pernak perniknya. Kawasan ini terdiri dari Pasar Natal, Bengkel/Tempat Kerja Santa Klaus dan Santa Claus Wonderland," ujarnya.,
Di Pasar Natal dalam kawasan itu terdapat berbagai pernak-pernik Natal yang dibawa langsung dari Eropa.
Asesoris asli itu dijual dengan harga jauh lebih hemat 30 hingga 45 persen dibandingkan di tempat lain sebagai oleh-oleh.
Bagi pengunjung yang ingin berfoto dan hadiah dapat memperolehnya di tempat Santa Klaus yang menyediakan beragam hadiah antara lain pohon natal berdesain khusus.
"Anda dapat berfoto-foto. Kami menyediakan spot menarik, anak-anak Anda pun akan mendapatkan kado istimewa dari santa. Pengunjung dewasa juga berkesempatan mendapatkan hadiah juga." ujarnya.
Khusus bagi keluarga atau rombongan dengan minimal empat orang akan mendapatkan pohon natal.
Di Santa Claus Wonderland, disediakan taman yang luas dengan pohon natal besar.
"Di sini Kami pun tak lupa mendesain taman kurcaci dan panda bear park. Anak-anak anda dapat bermain di sini," tuturnya.
Pengunjung dewasa membayar tiket 6 dolar Singapura dan 4 dolar Singapura bagi anak-anak pada hari-hari biasa. Sedangkan pada waktu hari-hari libur/ramai harga karcis menjadi 12 dolar Singapura bagi dewasa, dan 8 dolar Singapura bagi anak-anak.
David menawari peminat, bila ingin lebih murah pengunjung dapat membeli paket langsung Singapore Flyer (Bianglala Singapura) dan Christmas Village hanya dengan 38 dolar Singapura.
(A013)
Desa Natal atau Christmas Village di kawasan Singapore Flyer, Marina, berlangsung sejak 17 November hingga 1 Januari tahun depan dengan suasana yang dirancang bangun mirip dengan sebuah desa natal ala negeri Eropa, kata David Lim, Christmas Village Project-Chief Executive Officer, di Singapura, Selasa.
"Christmas Village, kami desain layaknya sebuah desa natal dengan segala pernak perniknya. Kawasan ini terdiri dari Pasar Natal, Bengkel/Tempat Kerja Santa Klaus dan Santa Claus Wonderland," ujarnya.,
Di Pasar Natal dalam kawasan itu terdapat berbagai pernak-pernik Natal yang dibawa langsung dari Eropa.
Asesoris asli itu dijual dengan harga jauh lebih hemat 30 hingga 45 persen dibandingkan di tempat lain sebagai oleh-oleh.
Bagi pengunjung yang ingin berfoto dan hadiah dapat memperolehnya di tempat Santa Klaus yang menyediakan beragam hadiah antara lain pohon natal berdesain khusus.
"Anda dapat berfoto-foto. Kami menyediakan spot menarik, anak-anak Anda pun akan mendapatkan kado istimewa dari santa. Pengunjung dewasa juga berkesempatan mendapatkan hadiah juga." ujarnya.
Khusus bagi keluarga atau rombongan dengan minimal empat orang akan mendapatkan pohon natal.
Di Santa Claus Wonderland, disediakan taman yang luas dengan pohon natal besar.
"Di sini Kami pun tak lupa mendesain taman kurcaci dan panda bear park. Anak-anak anda dapat bermain di sini," tuturnya.
Pengunjung dewasa membayar tiket 6 dolar Singapura dan 4 dolar Singapura bagi anak-anak pada hari-hari biasa. Sedangkan pada waktu hari-hari libur/ramai harga karcis menjadi 12 dolar Singapura bagi dewasa, dan 8 dolar Singapura bagi anak-anak.
David menawari peminat, bila ingin lebih murah pengunjung dapat membeli paket langsung Singapore Flyer (Bianglala Singapura) dan Christmas Village hanya dengan 38 dolar Singapura.
(A013)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bappenas: Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Penyengat bisa jadi destinasi wisata
11 April 2026 11:35 WIB
Harga tiket reri Singapura-Batam naik, Disbudpar pastikan wisata tetap normal
13 March 2026 15:42 WIB
Sering ngantuk saat puasa? Ahli Gizi: Jangan andalkan kopi saat sahur, ini risikonya
24 February 2026 17:36 WIB
Komunitas The Speakers' Room cara seru latihan Bahasa Inggris pekerja di Batam
04 January 2026 7:26 WIB
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Bappenas: Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Penyengat bisa jadi destinasi wisata
11 April 2026 11:35 WIB
Harga tiket reri Singapura-Batam naik, Disbudpar pastikan wisata tetap normal
13 March 2026 15:42 WIB
Sering ngantuk saat puasa? Ahli Gizi: Jangan andalkan kopi saat sahur, ini risikonya
24 February 2026 17:36 WIB