Komunitas The Speakers' Room cara seru latihan Bahasa Inggris pekerja di Batam

id the speaker's room, komunitas bahasa inggris, batam, komunitas, kepri

Komunitas The Speakers' Room cara seru latihan Bahasa Inggris pekerja di Batam

Peserta komunitas The Speakers' Room foto bersama usai mengikuti kelas bahasa di salah satu kafe di kawasan Kota Batam akhir Desember 2025. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Batam (ANTARA) - The Speakers' Room, sebuah komunitas bahasa yang memiliki anggota mencapai 200 orang, menjadi wadah para pekerja di Kota Batam, Kepulauan Riau untuk melatih kemampuan dan kepercayaan diri berbicara dalam Bahasa Inggris tanpa grogi.

Salah satu kendala dalam menguasai bahasa asing adalah kurangnya latihan, komunitas The Speakers' Room mengatasi kendala bagi remaja hingga masyarakat umum Kota Batam untuk berlatih.

“The Speakers' Room itu sebenarnya secara praktikal adalah klub berbicara, di mana kami mengundang orang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya,” kata Kasyanto, pendiri The Speakers' Room ditemui di Batam akhir pekan.

Komunitas ini aktif melakukan kegiatan setiap Sabtu dan Minggu kalau pendaftar membludak, setiap dua minggu sekali dalam sebulan.

Anggota komunitas ini rata-rata usia dewasa, paling rendah 18 tahun dan paling tua tanpa batas usia, yang penting memiliki keinginan untuk lancar berbahasa Inggris. Mereka ada yang mahasiswa, dan kebanyakan para pekerja.

Kas, sapaan akrab Kasyanto, menjelaskan awal mula terbentuknya klub bahasa di Kota Batam ini diinisiasi untuk murid lembaga kursus tempat dia bekerja guna meningkatkan kemampuannya.

Karena, kata dia, permasalahan yang banyak dihadapi dalam penguasaan Bahasa Inggris adalah, seseorang dengan fortopolio bagus dan kualifikasi yang cukup tetapi kemampuan Bahasa Inggrisnya kurang, sehingga mereka kurang mendapatkan kesempatan untuk bisa bekerja di luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan sebagainya.

Kelas yang tadinya untuk murid kursus akhirnya dibuka untuk umum, sehingga jumlah pesertanya lebih dari 200 orang yang mendaftar klub tersebut.

“Ternyata peminatnya banyak, karena kondisi di Batam ini tidak semua orang punya waktu untuk belajar Bahasa Inggris, untuk kursus, jadi memilih sesi ini, ada juga yang cuma butuh latihan bicara untuk menjaga kemampuannya, sehingga setiap Minggu pasti ada pendaftar baru,” ujar Kas.

Lalu apa saja yang dilakukan selama beraktivitas di klub ini, para peserta dipaksa untuk berbicara dalam Bahasa Inggris, dikasih tiga topik berbeda untuk dibahas dengan lawan bicaranya dilarang keras menggunakan Bahasa Indonesia.

“Jadi nanti ada pemandu yang membantu bagi yang kosa kata atau grammarnya kurang tau,” katanya.

Topik bahasanya juga berganti setiap kali pertemuan, seperti pada pekan ini membahas tentang topik transaksi pembayaran non tunai, dan generasi Z atau Gen-Z. Dua pekan sebelumnya topik yang dibahas tentang bencana. Selama sesi ini, peserta menyampaikan tanggapannya tentang topik tersebut dalam Bahasa Inggris, lalu nantinya mendapatkan kesempatan untuk memaparkannya satu per satu.

Dalam komunitas ini, peserta tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa Inggrisnya, menambah kosakata baru, juga menambah jaringan dengan kenalan baru. Latihannya pun santai, dan bisa sambil pesan makanan.

Karena lokasi kegiatan berpindah-pindah dari satu kafe ke kafe yang lain, tentunya biaya pesanan makanan ditanggung oleh masing-masing peserta.

Cara berlatih ini juga menggunakan pendekatan kearifan lokal, di mana warga Kota Batam gemar ngobrol lama di kafe atau bahasa gaulnya nongkrong.

“Seru sih, ini ketiga kalinya saya ikut kegiatan The Speakers' Room, selain meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris, saya jadi tambah kenalan baru,” kata Indah, warga asli Batam.

Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE