Lembang (ANTARA) - Kepolisian Resor Cimahi, Jawa Barat menerjunkan personel untuk mengecek kebenaran informasi terkait seekor macan tutul kabur dari Lembang Park Zoo, Kabupaten Lembang, sebagaimana beredar di media sosial.
Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurullah mengatakan pihaknya bersama anggota dari Polda Jawa Barat telah mendatangi lokasi untuk memastikan kabar tersebut.
“Tapi yang pasti saat ini kita mencoba untuk menurunkan K9 untuk mengetahui kebenaran tersebut yang berada di daerah Cisarua,” kata Niko di Cimahi, Kamis.
Menurut dia, langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus mencegah timbulnya keresahan akibat informasi yang beredar di media sosial.
Niko menambahkan hingga saat ini kepolisian masih melakukan pengecekan di lapangan karena informasi awal yang diterima menyebut macan tutul tersebut hilang di kawasan Cisarua, Lembang.
“Tapi yang pasti kami akan membuat nyaman masyarakat. Masyarakat tidak perlu khawatir kalau memang kejadian itu, jelas kami akan berkoordinasi, dengan komunitas-komunitas yang ada,” kata dia.
Dari pantauan ANTARA di Lembang Park Zoo pada pukul 15.00 WIB, sejumlah personel kepolisian dan TNI telah berada di lokasi. Sejumlah mobil K9 juga terlihat di area dalam Lembang Park Zoo.
Saat ini, Lembang Park Zoo telah ditutup untuk umum. Sejumlah pengunjung yang akan masuk diminta petugas Lembang Park Zoo untuk mengurungkan kunjungan ke Lembang Park Zoo.
Tim gabungan evakuasi macan tutul jantan dari balai desa di Kuningan...
Di daerah lain, Tim gabungan berhasil mengevakuasi satu macan tutul jantan dari dalam Balai Desa Kutamandarakan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, setelah proses penanganan selama sekitar enam jam.
Kepala Kantor Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan Andri Arga Kusumah di Kuningan, Selasa, mengatakan laporan awal diterima pihaknya pada pukul 08.55 WIB dari kepala desa setempat mengenai keberadaan macan tutul di balai desa.
"Macan tutul pertama kali terlihat oleh seorang tukang bernama Imam Supendi yang sedang bekerja. Ia melihat hewan itu berada di dalam ruangan balai desa," katanya.
Setelah mendapat laporan tersebut, kata dia, Kantor Damkar Kuningan langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan evakuasi di lokasi tersebut.
Ia menyebutkan, proses evakuasi berlangsung lama karena macan tutul berusia sekitar tiga tahun itu masih agresif. Meski begitu, penanganan bisa dituntaskan sekitar pukul 15.20 WIB.
Dia menuturkan, proses evakuasi ini melibatkan personel dari Damkar, BPBD Kuningan, BKPSDA Wilayah III Cirebon, Polres Kuningan serta perangkat Desa Kutamandarakan.
Andri menjelaskan, tim gabungan menggunakan tembakan peluru bius untuk menenangkan macan tutul tersebut. Setelah dalam kondisi pingsan, hewan itu dipindahkan secara aman ke luar ruangan.
"Proses evakuasi tidak bisa dilakukan tanpa peluru bius karena sangat berisiko membahayakan keselamatan tim maupun warga," ujarnya.
Ia menegaskan, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam peristiwa tersebut. Namun, jika tidak segera ditangani macan tutul itu dikhawatirkan menimbulkan ancaman bagi masyarakat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polisi terjunkan personel cek keberadaan macan kabur dari Lembang Zoo