Batam (ANTARA) - DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau mendukung langkah Pemkot Batam terhadap penundaan pelaksanaan Pesta Rakyat dalam rangka HUT ke-80 RI, sebagai bentuk empati di tengah situasi eskalasi di tingkat nasional. 

Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin menyampaikan pembatalan kegiatan Pesta Rakyat Batam 2025 merupakan keputusan bersama Forkopimda yang diharapkan sebagai upaya menjaga kondusifitas dan keamanan wilayah setempat.  

“Keputusan ini sudah kami bahas dari semalam, kita diskusi. Terus kita putuskan bersama bahwa acara kita tunda dulu. Karena kita mau Batam tetap kondusif, Batam tetap aman. Agar masyarakat bisa bekerja dengan baik, mencari nafkah mencari rezeki,” ujar Kamal di Batam, Sabtu.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Batam untuk tetap bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif, mengingat kota tersebut merupakan wilayah industri dan investasi. 

“Kita mohon kepada semua kita yang ada di Kota Batam untuk tetap menjaga kesatuan dan kesatuan Kekompakan, kita menghargai kawan-kawan yang di luar Batam. Kita berempati juga kepada seluruh daerah selain Kota Batam. Maka di Batam ini mari sama-sama kita ciptakan suasana yang aman
suasana yang kondusif, karena Batam ini kota industri, kota investasi,” ujar dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam, menunda pelaksanaan pesta rakyat yang semula dijadwalkan pada Sabtu 30 Agustus 2025 sebagai bentuk empati terhadap situasi eskalasi unjuk rasa yang terjadi di tingkat nasional. 

Wali Kota Batam Amsakar Achmad, menjelaskan bahwa keputusan ini telah dibahas dan disepakati bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam. 

“Pertimbangan utama adalah empati kita terhadap eskalasi yang terjadi di tingkat nasional. Kita berharap Batam tetap aman dan kondusif,” ujar Amsakar di Batam, Sabtu. 

Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk hadir dalam pesta rakyat sangat tinggi, bahkan tercatat lebih dari 32 ribu orang mendaftar. 

Namun, demi menjaga suasana tetap kondusif, kegiatan puncak peringatan HUT ke-80 RI itu ditunda hingga waktu yang akan ditentukan di kemudian hari.