Karimun (ANTARA Kepri) - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengusulkan agar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Jalan Poros, Tanjung Balai Karimun menyiapkan kuota BBM khusus untuk oplet.
       
"Kalau angkutan laut mendapatkan kuota BBM secara khusus dari SPBU, kami juga meminta agar angkutan darat seperti oplet dan bus mendapat perlakuan yang sama karena sama-sama angkutan umum," kata Ketua Organda Karimun Amirullah di Tanjung Balai Karimun, Selasa.
       
Amirullah mengatakan pemberian kuota khusus untuk oplet dan bus tidak hanya membantu para supir ketika terjadi antrean panjang di SPBU satu-satunya di Pulau Karimun Besar.
       
"Para supir tidak perlu antre berjam-jam yang mengakibatkan penghasilan mereka menurun drastis. Dengan kuota khusus, mereka akan antre di jalur khusus angkutan umum saat mengisi bahan bakar," katanya.
       
Selain itu, kata dia, para supir juga tidak kesulitan ketika persediaan BBM terputus karena kuota yang diberikan sesuai dengan kebutuhan para supir.
       
"Masalahnya, selama ini para supir sering tidak kebagian bensin karena melakukan pengisian pada jalur yang sama dengan kendaraan pribadi," kata dia.
       
Menurut dia, antrean panjang dan kelangkaan BBM di SPBU yang kerap terjadi belakangan ini menimbulkan kerugian besar bagi para supir yang dikejar setoran.
       
"Kalau biasanya bisa 'menambang' dari pagi, saat antre kadang hanya separuh hari," ucapnya.
       
Pemberian kuota khusus untuk oplet, menurut dia juga dapat mencegah terjadinya penyimpangan karena kuota yang diberikan sesuai dengan kebutuhan BBM setiap angkutan umum.
       
"Kalau setiap oplet membutuhkan BBM 50 liter dalam sehari, maka segitulah yang dialokasikan sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya kebocoran," tuturnya.
       
Lebih lanjut dia mengaku sedang menyiapkan surat permohonan ke Dinas Perhubungan Karimun agar mengeluarkan rekomendasi terkait usulan kuota BBM khusus oplet dan bus.
       
"Secara lisan sudah kami sampaikan kepada staf Dinas Perhubungan. Nanti akan kami tindaklanjuti dengan surat resmi agar rekomendasi kuota khusus kapal laut yang pernah diberikan dinas tersebut, juga diberikan kepada angkutan darat," katanya seraya menambahkan bahwa pihaknya akan mendata kebutuhan bensin seluruh angkutan darat.(*)

Editor: Dedi