Batam (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat sebanyak 180 pekerja migran Indonesia (PMI) telah diterima bekerja di sejumlah negara tujuan hingga akhir Agustus 2025.

Pelaksana tugas Kepala Disnaker Batam Nurul Iswahyuni mengatakan para PMI berangkat melalui beberapa skema.

“Sampai Agustus 2025, ada 180 PMI, dan ini ada yang direkrut langsung oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran (P3MI). Ada yang mendapatkan informasi lowongan dari Disnaker Batam sebelum diarahkan ke P3MI sesuai minat dan ketersediaan job order,” katanya saat dihubungi di Batam, Kamis.

Selain itu, katanya, ada PMI yang mendapatkan pekerjaan secara mandiri.

Berdasarkan data Disnaker Batam, negara tujuan PMI terbanyak, yakni Malaysia sebanyak 51 orang, Singapura sebanyak 70 orang dan Hong Kong sebanyak 27 orang.

Baca juga: Mentrans ingin jadikan Tanjung Banun sebagai desa mandiri seperti di Eropa

Negara tujuan lainnya, seperti Korea Selatan, Arab Saudi, Turki, Republik Ceko, Slovakia, Taiwan, Qatar, dan Brunei Darussalam.

Nurul mengatakan pada 2024, terdapat 269 PMI yang tercatat. Namun, data yang tercatat merupakan PMI prosedural yang terdaftar di aplikasi Siap Kerja Kementerian Ketenagakerjaan.

“Jika terdapat perbedaan dengan data Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI), hal itu biasanya karena keberangkatan melalui jalur mandiri,” kata dia.

Ia menambahkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, salah satu tugas Disnaker Batam adalah melakukan pendaftaran calon PMI, penyebarluasan informasi prosedur penempatan yang benar dan aman, serta pembinaan terhadap P3MI.

Baca juga: Bamus DPRD Batam susun perencanaan kerja tahun 2026

“Calon PMI harus terdaftar pada aplikasi Siap Kerja maupun Siskop2mi. Setelah melengkapi persyaratan, dilakukan verifikasi, lalu didaftarkan ke Siskop2mi untuk mendapatkan e-PMI atau ID PMI. Ini sesuai dengan prosedur resmi,” katanya.

Ia menegaskan keberangkatan PMI melalui P3MI mengikuti jadwal penempatan yang ditetapkan, sementara PMI mandiri berangkat setelah mendapatkan e-PMI dari sistem resmi pemerintah.


Baca juga:
Polresta Barelang ciptakan rasa aman untuk dukung pembangunan Kepri

Hasil tes urine 214 pejabat di Kepri negatif narkoba



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Disnaker: 180 PMI Batam berangkat ke sejumlah negara tujuan pada 2025