Karimun (Antara Kepri) - Desain teknis terperinci atau "detail engineering design" Jembatan Sumatera Semenanjung Melayu yang menghubungkan sejumlah pulau dari Kabupaten Pelalawan, Riau, Karimun Kepulauan Riau, hingga Kukup, Johor, Malaysia, diharapkan rampung pada 2014.
"Bupati sudah menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk menyiapkan DED jembatan itu sehingga diharapkan sudah rampung pada 2014," kata Kepala Bagian Humas Sekretariat Kabupaten Karimun, Muhammad Yosli di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Menurut Muhammad Yosli, DED Jembatan Sumatra Semenanjung Melayu mencakup berbagai aspek kajian teknis yang akan dipaparkan kepada pemerintah provinsi maupun pusat.
"Tahapan pembangunan jembatan itu sangat panjang, semuanya harus dipersiapkan dan membutuhkan DED yang komprehensif, apalagi akan menghubungkan Sumatra ke Semenanjung Malaysia," ucapnya.
Pada rapat koordinasi Senin (18/2), kata dia, Bupati Nurdin Basirun meminta beberapa SKPD untuk mematangkan tahapan pelaksanaan, terutama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Asisten III Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten.
"Bappeda akan menyiapkan master plannya, sedangkan Asisten III terkait dengan penyiapan sekretariat bersama," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Abubakar mengatakan pihaknya akan berkonsultasi dengan tenaga ahli dari Bandung dan Jakarta terkait dengan penyusunan DED jembatan.
"Selain konsultasi, tenaga ahli dari Bandung maupun Jakarta juga dilibatkan dalam pembuatan proposal yang nantinya dipaparkan ke pusat," ucapnya.
Bupati Karimun Nurdin Basirun berharap SKPD terkait serius menyusun rencana yang menurut beberapa kalangan sebagai "mimpi besar" mengingat anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut mencapai triliunan rupiah.
"Kami bertekad untuk mewujudkan jembatan ini dengan melakukan tahapan-tahapan strategis. Wacana jembatan ini sebenarnya sudah pernah dikemukakan oleh Presiden Soeharto," ucapnya.
Dia mengatakan pembangunan jembatan ke Johor berpotensi besar meningkatkan perekonomian Karimun maupun nasional karena akan menjadi pintu masuk perdagangan Asia.
Gagasan Jembatan Sumatra Semenanjung Melayu mencuat setelah perjanjian kerja sama antara Pemkab Karimun dan Pelalawan pada akhir Januari 2013 di Pangkalan Kerinci.
Jembatan yang dibangun direncanakan berjumlah sembilan, pertama, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan (Sumatra) dengan Pulau Mendol Penyalai dengan panjang 2,7 kilometer dan lebar 12,5 meter. Biayanya diperkirakan Rp810 miliar.
Kedua, jembatan dari Pulau Mendol ke (Pulau Kundur-Karimun) dengan panjang 13 km dan perkiraan biaya Rp3,9 triliun.
Ketiga, jembatan dari Sawang ke Kecamatan Belat (Pulau Belat-Karimun) dengan panjang 400 meter dan biaya Rp120 miliar.
Keempat, jembatan menghubungkan Pulau Belat dengan Pulau Gunung Papan sepanjang 250 meter dan perkiraan biaya Rp75 miliar.
Kelima, Jembatan dari Pulau Gunung Papan ke Pulau Lumut sepanjang 500 meter dan perkiraan biaya Rp31,25 miliar.
Keenam, Pulau Lumut ke Pulau Parit dengan panjang 200 meter dan biaya diperkirakan Rp25 miliar.
Ketujuh, Pulau Parit-Pulau Karimun Besar dengan panjang 3,1 km dan biaya Rp930 miliar.
Kedelapan, Pulau Karimun Besar-Pulau Karimun Anak sepanjang 880 meter.
Terakhir, jembatan dari Pulau Karimun Anak ke Kukup, Johor, Malaysia dengan panjang 20 km dan perkiraan biaya Rp12 triliun.
Total panjang jembatan keseluruhannya 41,45 km dan rencana biaya sekitar Rp58 triliun. (Antara)
Editor: Nusarina Yuliastuti
DED Jembatan ke Johor Diharapkan Rampung 2014
Rabu, 20 Februari 2013 19:26 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KJRI Johor sebut belum ada pembahasan bilateral terkait jembatan Melaka-Dumai
27 January 2026 15:16 WIB
Biaya perbaikan Jalan Pelantar II Tanjungpinang setara dengan bangun jembatan
07 September 2025 12:58 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB
Kemenhaj Batam imbau jamaah calon haji ikuti manasik dengan sungguh-sungguh
30 January 2026 14:11 WIB