80 Persen Ekspor-Impor Batam Dikuasai Kapal Asing
Kamis, 7 Maret 2013 16:15 WIB
Batam (Antara Kepri) - Sekitar 80 persen kegiatan ekspor dan impor di Kawasan Perdagangan Bebas Batam dikuasai kapal asing.
"Sekarang sudah menurun kapal asingnya, tapi tetap saja lebih banyak kapal asing di Batam," kata Ketua Yayasan Pendidikan Maritim Indonesia Nada Faza Soraya di Batam, Kamis.
Dari sekitar 20 persen kapal Indonesia yang melayani ekspor impor di Batam, kata dia, itu pun belum tentu milik pengusaha Indonesia seluruhnya. Sebagian kapal itu kepemilikan bersama dengan orang asing.
"Ada juga 'silent partnership'," katanya.
Menurut mitra DPR RI dalam penyusunan RUU Kelautan itu, pengusaha Indonesia, terutama Batam masih kesulitan melayani ekspor impor karena kesulitan pendanaan.
Hal senada dikatakan anggota DPR RI Daerah Perwakilan Kepulauan Riau Harry Azhar Azis mengatakan kapal asing masih dominan dalam kegiatan bongkar muat ekspor impor.
Berdasarkan data 2010, Harry mengatakan kapal asing menguasai hingga 95 persen ekspor impor.
Menurut Harry, masih banyaknya kegiatan ekspor impor oleh kapal asing disebabkan ketidakpercayaan terhadap kapal muat domestik serta risiko keamanan pengangkutan.
Penggunaan kapal asing sehingga kegiatan ekspor impor dilakukan dengan Free on Board sedang impor dengan cost insurance and freight.
"Akibatnya arus devisa juga banyak keluar dari kegiatan perdagangan internasioal yang berpotensi merugikan keuangan negara," katanya.
Sayangnya, Harry tidak menyebut potensi kerugian negara akibat praktek FOB pada ekspor dan CIS pada impor.
Ia mengatakan untuk mendorong penggunaan kapal domestik pada kegiatan ekspor impor, aka harus mengembangkan infrastruktur maritim serta menciptakan regulasi yang lebih tegas.
"Dalam mengembangkan infrastruktur maritim, PT PAL harus tanggap dalam merespons permasalahan tersebut," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Sekarang sudah menurun kapal asingnya, tapi tetap saja lebih banyak kapal asing di Batam," kata Ketua Yayasan Pendidikan Maritim Indonesia Nada Faza Soraya di Batam, Kamis.
Dari sekitar 20 persen kapal Indonesia yang melayani ekspor impor di Batam, kata dia, itu pun belum tentu milik pengusaha Indonesia seluruhnya. Sebagian kapal itu kepemilikan bersama dengan orang asing.
"Ada juga 'silent partnership'," katanya.
Menurut mitra DPR RI dalam penyusunan RUU Kelautan itu, pengusaha Indonesia, terutama Batam masih kesulitan melayani ekspor impor karena kesulitan pendanaan.
Hal senada dikatakan anggota DPR RI Daerah Perwakilan Kepulauan Riau Harry Azhar Azis mengatakan kapal asing masih dominan dalam kegiatan bongkar muat ekspor impor.
Berdasarkan data 2010, Harry mengatakan kapal asing menguasai hingga 95 persen ekspor impor.
Menurut Harry, masih banyaknya kegiatan ekspor impor oleh kapal asing disebabkan ketidakpercayaan terhadap kapal muat domestik serta risiko keamanan pengangkutan.
Penggunaan kapal asing sehingga kegiatan ekspor impor dilakukan dengan Free on Board sedang impor dengan cost insurance and freight.
"Akibatnya arus devisa juga banyak keluar dari kegiatan perdagangan internasioal yang berpotensi merugikan keuangan negara," katanya.
Sayangnya, Harry tidak menyebut potensi kerugian negara akibat praktek FOB pada ekspor dan CIS pada impor.
Ia mengatakan untuk mendorong penggunaan kapal domestik pada kegiatan ekspor impor, aka harus mengembangkan infrastruktur maritim serta menciptakan regulasi yang lebih tegas.
"Dalam mengembangkan infrastruktur maritim, PT PAL harus tanggap dalam merespons permasalahan tersebut," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Trump ancam negara yang tak dukung AS caplok Greenland bisa kena tarif tambahan
17 January 2026 13:10 WIB
China akan hentikan impor hasil laut Jepang akibat ketegangan kedua negara
19 November 2025 16:07 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Di Tanjungpinang, Kepala BPS RI ajak pemda se-Kepri sukseskan sensus ekonomi 2026
31 January 2026 19:25 WIB
HPE tembaga dan emas Februari meningkat akibat permintaan global meningkat
30 January 2026 16:47 WIB
Ketua OJK nyatakan Plt Dirut BEI akan dipilih dari jajaran direksi yang menjabat
30 January 2026 15:15 WIB