Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menangani 44 peristiwa bencana alam yang terjadi selama Januari-Oktober 2025, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

"Ada sekitar 2.700 warga terdampak bencana sepanjang tahun ini," kata Kepala BPBD Tanjungpinang Muhammad Yamin di Tanjungpinang, Rabu.

Yamin menyebut pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait telah meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bencana alam, karena pada penghujung akhir tahun biasanya cuaca cenderung ekstrem, seperti angin kencang serta curah hujan.

Baca juga: Polresta Barelang bangun budaya tertib bagi pemotor

Pihaknya juga melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan terjadinya bencana di Tanjungpinang, misalnya banjir rob yang kerap terjadi di kawasan pesisir Kampung Bugis hingga Teluk Keriting.

Demikian pula pohon tumbang yang dipicu angin kencang dan sering terjadi di Tanjungpinang.

"Kami berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memangkas pohon rawan tumbang, baik di pemukiman warga maupun di pinggir jalan yang berisiko mengancam keselamatan bersama," ucap Yamin.

Yamin menyebut BPBD Tanjungpinang turut menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) 1×24 jam guna menghadapi risiko bencana menjelang akhir tahun 2025, seperti banjir dan longsor.

Baca juga: Polres Karimun cek alat SAR guna pastikan kesiapsiagaan atasi bencana

Selain itu pihaknya aktif menggali informasi terkait kebencanaan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat melalui laporan dari RT/RW atau kelurahan.

"Kami memantau grup-grup lapor bencana atau melalui media sosial," katanya.

BPBD mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebencanaan dampak cuaca ekstrem, baik di darat, laut, serta udara.

Masyarakat bisa segera melapor ke RT/RW atau langsung ke BPBD, dengan menelepon ke nomor 0771- 20949 apabila terjadi bencana dan membutuhkan pertolongan petugas.

"BPBD bersama gabungan unsur TNI, Polri, Basarnas, Dinas Perhubungan, hingga BMKG, siap siaga menghadapi ancaman bencana yang biasanya terjadi di akhir tahun," kata Yamin.

Baca juga:
KKP sebut ekonomi biru jadi potensi Kepri tumbuh di sektor perikanan

Hari ini cuaca Kepri diprakirakan berawan dan berpotensi hujan