Mayat di Kontrakan Karimun Diduga Dibunuh
Senin, 11 Maret 2013 19:40 WIB
Karimun (Antara Kepri) - Kepolisian Resor Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menduga, mayat Reni (32 tahun) yang ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Kampung Kali Baru, RT 01/RW 06 No19, Kelurahan Sei Lakam, Tanjung Balai Karimun, Minggu (10/3), tewas karena dibunuh.
"Berdasarkan visum tim medis RSUD Karimun, korban meninggal akibat tindak kekerasan sehingga kami menduga korban meninggal akibat tindak pidana pembunuhan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Karimun AKP Irvan Hasido Siagian di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Berdasarkan visum dokter, jelas AKP Irvan, korban meninggal akibat luka yang ditimbulkan dari kekerasan benda tumpul selebar 5x5 centimeter pada bagian kepala.
"Luka tersebut mengakibatkan pendarahan pada bagian otak sehingga korban meninggal dunia," ucapnya.
Meski demikian, kata dia, pihaknya belum memiliki bukti yang cukup yang mengarah pada tersangka pelaku pembunuhan tersebut.
"Kami masih memeriksa saksi dan mendalami bukti-bukti yang kami temukan di tempat kejadian perkara. Hingga saat ini, sudah enam orang kami mintai keterangannya," ucapnya.
Terkait barang bukti yang ditemukan di TKP, ia mengatakan hanya menemukan selembar handuk yang menutupi wajah korban serta darah berceceran akibat luka yang dialami korban.
Sedangkan sepeda motor Yamaha Mio milik korban yang sempat dinyatakan hilang, menurut Kasat Reskrim telah ditemukan di areal parkir pelabuhan domestik dan internasional Tanjung Balai Karimun.
Namun demikian, ia belum dapat memastikan apakah motor tersebut dibawa oleh Abun (50), pria berkewarganegaraan Malaysia yang memiliki hubungan khusus dengan korban.
"Kami belum menemukan bukti dan saksi yang melihat motor korban dibawa oleh pria berkewarganegaraan Malaysia itu, tapi kemungkinan seperti itu akan kami dalami," ucapnya.
Jenazah Reni, wanita asal Jawa Tengah itu pertama kali ditemukan teman satu rumahnya Uci (28) yang baru pulang dari Malaysia sekitar pukul 17.00 WIB, Minggu (10/3).
"Saya kaget menemukan Reni tidur di kamar saya karena biasanya ia tidur di kamarnya sendiri. Wajahnya tertutup kain. Setelah sapu tangannya saya tarik, ada darah di hidungnya dan pipinya agak bengkak," katan Uci.
Menurut dia, korban memiliki hubungan khusus dengan seorang warga negara Malaysia bernama Abun yang biasanya datang ke Karimun setiap akhir pekan.
"Dia punya pacar 'apek' Malaysia. Tapi, saat Reni saya temukan, tidak ada orang lain di rumah. Rumah juga pintu besinya dalam keadaan terkunci," ucapnya.
Ia menambahkan, Reni juga sempat bekerja sebagai karyawan restoran di Malaysia, namun sudah satu bulan berhenti dan tinggal sendirian di rumah kontrakannya tersebut.
"Ia sudah satu bulan tidak bekerja di Malaysia," katanya menegaskan.
Menurut Ridho Simamora (28), warga Pelipit, Tanjung Balai Karimun yang juga mengaku berpacaran dengan korban mengatakan, korban terakhir kali bertemu dirinya pada Sabtu (9/3) malam.
"Sabtu malam, saya dan dia jalan-jalan ke Gloria (Jalan Lingkar). Setelah itu dia antar saya pulang pakai sepeda motor Yamaha Mio miliknya," ucapnya.
Sekitar pukul 21.00 WIB, jelas dia, korban menelepon mengajak dirinya untuk karaoke di salah satu pub di Tanjung Balai Karimun.
"Dia bilang pergi karaoke enam orang, termasuk 'abangnya' yang dari Malaysia. Saya bilang tidak mau ikut karena ada 'abangnya' itu," jelasnya.
Terakhir, kata dia lagi, korban menghubunginya Minggu pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
"Minggu pagi dia telepon lagi, tapi kata-katanya tidak jelas, seperti meracau. HP-nya kemudian mati dan ia kirim SMS yang berbunyi 'maaf kalau saya mengganggu'. Saat SMS itu saya balas, tidak ada balasan," tuturnya.
Mengenai keberadaan Abun, Ridho mengaku tidak tahu, termasuk sepeda motor Yamaha Mio milik korban yang tidak ditemukan di rumahnya. "Mungkin abangnya sudah pulang ke Malaysia. Kalau soal motor saya tidak tahu," ucapnya. (Antara)
Editor: Miskudin Taufik
"Berdasarkan visum tim medis RSUD Karimun, korban meninggal akibat tindak kekerasan sehingga kami menduga korban meninggal akibat tindak pidana pembunuhan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Karimun AKP Irvan Hasido Siagian di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Berdasarkan visum dokter, jelas AKP Irvan, korban meninggal akibat luka yang ditimbulkan dari kekerasan benda tumpul selebar 5x5 centimeter pada bagian kepala.
"Luka tersebut mengakibatkan pendarahan pada bagian otak sehingga korban meninggal dunia," ucapnya.
Meski demikian, kata dia, pihaknya belum memiliki bukti yang cukup yang mengarah pada tersangka pelaku pembunuhan tersebut.
"Kami masih memeriksa saksi dan mendalami bukti-bukti yang kami temukan di tempat kejadian perkara. Hingga saat ini, sudah enam orang kami mintai keterangannya," ucapnya.
Terkait barang bukti yang ditemukan di TKP, ia mengatakan hanya menemukan selembar handuk yang menutupi wajah korban serta darah berceceran akibat luka yang dialami korban.
Sedangkan sepeda motor Yamaha Mio milik korban yang sempat dinyatakan hilang, menurut Kasat Reskrim telah ditemukan di areal parkir pelabuhan domestik dan internasional Tanjung Balai Karimun.
Namun demikian, ia belum dapat memastikan apakah motor tersebut dibawa oleh Abun (50), pria berkewarganegaraan Malaysia yang memiliki hubungan khusus dengan korban.
"Kami belum menemukan bukti dan saksi yang melihat motor korban dibawa oleh pria berkewarganegaraan Malaysia itu, tapi kemungkinan seperti itu akan kami dalami," ucapnya.
Jenazah Reni, wanita asal Jawa Tengah itu pertama kali ditemukan teman satu rumahnya Uci (28) yang baru pulang dari Malaysia sekitar pukul 17.00 WIB, Minggu (10/3).
"Saya kaget menemukan Reni tidur di kamar saya karena biasanya ia tidur di kamarnya sendiri. Wajahnya tertutup kain. Setelah sapu tangannya saya tarik, ada darah di hidungnya dan pipinya agak bengkak," katan Uci.
Menurut dia, korban memiliki hubungan khusus dengan seorang warga negara Malaysia bernama Abun yang biasanya datang ke Karimun setiap akhir pekan.
"Dia punya pacar 'apek' Malaysia. Tapi, saat Reni saya temukan, tidak ada orang lain di rumah. Rumah juga pintu besinya dalam keadaan terkunci," ucapnya.
Ia menambahkan, Reni juga sempat bekerja sebagai karyawan restoran di Malaysia, namun sudah satu bulan berhenti dan tinggal sendirian di rumah kontrakannya tersebut.
"Ia sudah satu bulan tidak bekerja di Malaysia," katanya menegaskan.
Menurut Ridho Simamora (28), warga Pelipit, Tanjung Balai Karimun yang juga mengaku berpacaran dengan korban mengatakan, korban terakhir kali bertemu dirinya pada Sabtu (9/3) malam.
"Sabtu malam, saya dan dia jalan-jalan ke Gloria (Jalan Lingkar). Setelah itu dia antar saya pulang pakai sepeda motor Yamaha Mio miliknya," ucapnya.
Sekitar pukul 21.00 WIB, jelas dia, korban menelepon mengajak dirinya untuk karaoke di salah satu pub di Tanjung Balai Karimun.
"Dia bilang pergi karaoke enam orang, termasuk 'abangnya' yang dari Malaysia. Saya bilang tidak mau ikut karena ada 'abangnya' itu," jelasnya.
Terakhir, kata dia lagi, korban menghubunginya Minggu pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
"Minggu pagi dia telepon lagi, tapi kata-katanya tidak jelas, seperti meracau. HP-nya kemudian mati dan ia kirim SMS yang berbunyi 'maaf kalau saya mengganggu'. Saat SMS itu saya balas, tidak ada balasan," tuturnya.
Mengenai keberadaan Abun, Ridho mengaku tidak tahu, termasuk sepeda motor Yamaha Mio milik korban yang tidak ditemukan di rumahnya. "Mungkin abangnya sudah pulang ke Malaysia. Kalau soal motor saya tidak tahu," ucapnya. (Antara)
Editor: Miskudin Taufik
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korban kebakaran Plumpang difasilitasi dengan kontrakan tempat tinggal
07 March 2023 15:52 WIB, 2023
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri mengungkap modus penyelundupan 70 ton daging beku dari Singapura
27 January 2026 16:25 WIB