Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam berencana memindahkan lebih kurang 1.000 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Samarinda dan sekitarnya ke Pasar Induk Jodoh untuk menghilangkan kekumuhan wilayah tersebut.
       
Saat ini baru pendataan. Jumlahnya sekitar 1.000. Nanti mereka akan ditempatkan di Pasar Induk Jodoh agar wilayah tersebut menjadi indah dan bersih, kata Wakil Wali Kota Batam, Rudi di Batam, Jumat.
       
Pedagang yang akan direlokasi, kata Rudi, berada di kawasan pusat perbelanjaan DC Mal hingga kawasan Tanjungpantun dan  depan Pasar Tos 3.000, nama lain dari Pasar Samarinda atau Pasar Jodoh.
       
Ia mengatakan, upaya tersebut untuk menjadikan kawasan Jodoh kembali bersih dari pedagang kaki lima yang berjualan pada badan jalan dan fasilitas-fasilitas umum.
       
"Kami harap dalam enam bulan semua sudah dipindahkan. Saya yakin mereka mau karena pemerintah memberikan solusi, bukan sekadar melakukan penggusuran," kata dia.
       
Rudi mengatakan, hal tersebut juga dilakukan untuk mewujudkan Batam yang bersih karena pada 2013 dijadikan percontohan Penataan Perkotaan oleh Kementerian Dalam Negeri.
       
"Upaya untuk relokasi sudah kami sosialisasikan sejak 2012. Jadi tidak serta merta dilakukan penertiban tanpa sosialisasi," kata Rudi.
       
Direktur Penataan Perkotaan Kementerian Dalam Negeri Dadang Sumantri di Batam, Kamis mengatakan Batam pada 2013 dijadikan percontohan penataan pedagang kali lima perkotaan setelah proyek tersebut dilaksanakan di Surabaya dan Solo pada dua tahun terakhir.
       
"Tahun ini Batam yang akan menjadi percontohan. Akan dilakukan penataan pada pedagang-pedagang kaki lima  di Batam," kata dia saat meninjau kondisi PKL di kawasan Jodoh Kota Batam.
       
Ia mengatakan, kondisi kawasan sekitar Jodoh termasuk Pasar Samarinda hingga saat ini masih kumuh meski sudah ada perubahan bila dibandingkan dua tahun yang lalu.
       
"Dengan kondisi ini memang belum layak dijadikan percontohan. Namun, pemerintah kota telah berkomitmen dan ada langkah-langkah yang telah diambil," kata dia.
       
Dadang mengatakan, Pemkot Batam harus terus memberikan perhatian penuh terhadap pembenahan pedagang kaki lima agar bisa tertata dan tidak terkesan kumuh.(*)

Editor: Dedi