Ansor Batam Turut Tingkatkan Kesatuan
Minggu, 31 Maret 2013 19:46 WIB
Batam (Antara Kepri) - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Batam menyatakan siap turut berperan meningkatkan kestuan demi utuhnya negara kesatuan republik Indonesia (BKRI).
"Batam terletak diperbatasan dengan Malaysia dan Singapura serta memiliki berbagai suku bangsa. Ansor siap membantu pemerintah menjaga kesatuan antar suku bangsa demi keutuhan," kata Ketua PC GP Ansor Kota Batam, Candra Ibrahim di Batam, Minggu.
Ia mengatakan, keberagaman suku dan agama di Batam, menjadi kekayaan yang harus dikelola sehingga ancaman yang datang harus disikapi dengan membangun persatuan dan kesatuan, dimasyarakat.
"Batam menjadi daerah pertarungan, bagi para warga dari seluruh Indonesia. Ada potensi sekaligus ancaman dari dalam maupun luar negeri. Maka perlu tetap dipupuk kesatuan," kata dia.
Ansor, kata dia, juga akan fokus pembenahan terhadap kaderisasi organisasi serta meningkatkan peran dimasyarakat dengan membentuk kepengurusan sampai tingkat ranting (kelurahan/desa).
Sekjen GP Ansor, M Aqil Irham membenarkan, saat ini masih ada elemen tertentu maksakan kehendak, yang berpotensi memicu perpecahan.
"Kalau ada kelompok yang ingin mengganti Pancasila dan UUD 1945, akan berhadapan dengan kader Ansor. Komitmen itu bukan jargon, tapi dalam kaderisasi ini menjadi komitmen," kata dia.
Ia mengatakan, semua kader Ansor bisa berperan dalam menjaga keutuhan banga sebagaimana semangat perjuangan Ansor saat turut serta dalam merebut kemerdekaan.
"Apapun jabatan dari kader ansor harus mengutamakan kesatuan bangsa dan menjalankan Agama sesuai dengan ajaran Nahdlotul Ulama," kata Aqil.
Aqil berharap, Ansor Batam bisa menjadi salah satu teladan bagi daerah lain dalam turut menjaga keutuhan NKRI dari ancaman dari luar.(Antara)
Editor: Dedi
"Batam terletak diperbatasan dengan Malaysia dan Singapura serta memiliki berbagai suku bangsa. Ansor siap membantu pemerintah menjaga kesatuan antar suku bangsa demi keutuhan," kata Ketua PC GP Ansor Kota Batam, Candra Ibrahim di Batam, Minggu.
Ia mengatakan, keberagaman suku dan agama di Batam, menjadi kekayaan yang harus dikelola sehingga ancaman yang datang harus disikapi dengan membangun persatuan dan kesatuan, dimasyarakat.
"Batam menjadi daerah pertarungan, bagi para warga dari seluruh Indonesia. Ada potensi sekaligus ancaman dari dalam maupun luar negeri. Maka perlu tetap dipupuk kesatuan," kata dia.
Ansor, kata dia, juga akan fokus pembenahan terhadap kaderisasi organisasi serta meningkatkan peran dimasyarakat dengan membentuk kepengurusan sampai tingkat ranting (kelurahan/desa).
Sekjen GP Ansor, M Aqil Irham membenarkan, saat ini masih ada elemen tertentu maksakan kehendak, yang berpotensi memicu perpecahan.
"Kalau ada kelompok yang ingin mengganti Pancasila dan UUD 1945, akan berhadapan dengan kader Ansor. Komitmen itu bukan jargon, tapi dalam kaderisasi ini menjadi komitmen," kata dia.
Ia mengatakan, semua kader Ansor bisa berperan dalam menjaga keutuhan banga sebagaimana semangat perjuangan Ansor saat turut serta dalam merebut kemerdekaan.
"Apapun jabatan dari kader ansor harus mengutamakan kesatuan bangsa dan menjalankan Agama sesuai dengan ajaran Nahdlotul Ulama," kata Aqil.
Aqil berharap, Ansor Batam bisa menjadi salah satu teladan bagi daerah lain dalam turut menjaga keutuhan NKRI dari ancaman dari luar.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BI Kepri siapkan Rp2,9 triliun uang kartal untuk momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026
13 February 2026 17:54 WIB
Bupati Karimun harap warga jaga kerukunan antar umat saat Imlek dan Ramadhan
13 February 2026 12:37 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB