Batam (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), melaporkan keberhasilan pengobatan tuberkulosis (TBC) pada 3.450 pasien dari Januari hingga akhir November.

Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi menyebut capaian tersebut menjadi indikator penting dalam evaluasi Indikator Kinerja Kunci (IKK) penanganan TBC di daerah itu.

“Keberhasilan pengobatan TBC atau success rate juga menunjukkan capaian yang signifikan. Dari target 4.306 pasien, sebanyak 3.450 sudah menyelesaikan pengobatan dengan tuntas,” kata Didi saat dihubungi di Batam, Kamis.

Selain indikator tersebut, Didi menjelaskan bada indikator lain, seperti cakupan penemuan kasus TBC, namun masih berada di bawah target.

Baca juga: Pemkab Natuna padamkan kebakaran hutan seluas 4 hektare di Pengadah

Dari target 7.417 kasus, lanjutnya, layanan kesehatan di Batam, termasuk rumah sakit dan puskesmas, hanya menemukan 4.156 pasien TBC baru.

“Ada juga pasien yang baru memulai pengobatan, itu sudah mencapai 3.926 orang,” katanya.

Untuk cakupan terapi pencegahan TBC pada orang kontak serumah, Dinkes Batam menargetkan 11.392 orang, namun baru 1.212 yang menerima terapi pencegahan.

Didi menambahkan seluruh proses penemuan, pengobatan, hingga pemantauan pasien, dilakukan melalui jaringan layanan kesehatan yang tersebar di Batam, yakni 20 puskesmas, 19 rumah sakit, dan 13 klinik atau fasilitas kesehatan lainnya.

Baca juga: Relawan Natuna himpun 4 ton pakaian bagi korban bencana Sumatera

Untuk memastikan pasien minum obat secara teratur, kata dia, pengawasan dilakukan dengan dukungan keluarga.

“Tidak ada laporan tertulis, tapi kami pantau dari kehadiran pasien ketika mengambil obat di fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Ia menegaskan pengendalian TBC membutuhkan keterlibatan pasien, keluarga, serta konsistensi fasilitas kesehatan dalam pendampingan dan pemantauan pengobatan.

Baca juga:
Disdik Batam sebut 60% sekolah sudah terima papan interaktif digital

Imigrasi Batam hadirkan layanan Immilounge di pusat perbelanjaan